BALIEXPRESS.ID - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini menghadirkan fenomena tak biasa di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi. Hingga Minggu (29/12), aktivitas penyeberangan dari Ketapang ke Gilimanuk, Bali, justru sepi, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Sebaliknya, peningkatan signifikan terjadi pada arus kendaraan dari Bali menuju Jawa.
Data ASDP Ketapang mencatat sebanyak 9.340 kendaraan menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang dalam rentang Sabtu (28/12) malam hingga Minggu (29/12) pagi.
Angka ini jauh melampaui jumlah kendaraan yang menyeberang dari arah sebaliknya.
“Tren tahun ini berbeda. Jika sebelumnya banyak yang menuju Bali, kali ini arus penyeberangan ke Jawa lebih dominan. Wisatawan dari Bali memanfaatkan momen ini untuk menjelajahi Pulau Jawa,” ungkap General Manager ASDP Ketapang, Yani Andriyanto.
Faktor yang Membalikkan Tren
Yani menjelaskan, penurunan arus penyeberangan ke Bali tahun ini mencapai tujuh persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, ada dua faktor utama yang memengaruhi perubahan ini:
-
Cuaca dan Liburan Panjang
Cuaca yang kurang mendukung di beberapa wilayah membuat wisatawan memilih mengatur jadwal perjalanan lebih fleksibel. Liburan yang lebih panjang juga memberikan keleluasaan bagi pelancong untuk menentukan waktu berlibur. -
Perubahan Minat Wisata
Tahun ini, banyak wisatawan Jawa yang pulang setelah liburan Natal di Bali. Sebagian lainnya, termasuk wisatawan dari Bali, justru menjadikan Jawa sebagai destinasi wisata utama.
Lutfi (41), seorang wisatawan asal Tasikmalaya, mengaku lebih nyaman memilih kembali ke Jawa sebelum tahun baru.
“Liburan sudah selesai, dan saya ingin menikmati tahun baru di rumah. Naik kendaraan umum juga lebih hemat dan bebas risiko macet,” ujarnya.
Lonjakan di Malam Hari
Meski arus ke Bali lebih sepi, tiket penyeberangan dari Ketapang tetap laris pada malam hingga dini hari.
Yani menyebut, periode ini menjadi waktu favorit wisatawan untuk menyeberang, menghindari panasnya siang hari.
“Puncak kepadatan diperkirakan terjadi Minggu hingga Senin. Setelah itu, kita tinggal menunggu arus balik dari Bali ke Jawa,” tambah Yani.
Fenomena unik ini menunjukkan adanya pergeseran pola perjalanan wisatawan pada libur Nataru.
Jawa kini menjadi magnet baru yang menarik kunjungan dari berbagai daerah, termasuk Bali.
Apakah tren ini akan berlanjut di tahun-tahun mendatang? Hanya waktu yang akan menjawab. ***