Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Konflik Thailand-Kamboja Kerek Kunjungan Wisman ke Penglipuran, Berikut Datanya

I Made Mertawan • Jumat, 1 Agustus 2025 | 14:25 WIB
Kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Kamis (31/7/2025).
Kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Kamis (31/7/2025).

BALIEXPRESS.IDKonflik antara Thailand dan Kamboja berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.

Pasca-gencatan senjata kedua negara tersebut, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Penglipuran mengalami peningkatan.

General Manager Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, mengatakan kenaikan kunjungan mulai terlihat sejak 24 Juli lalu.

Sebelumnya, rata-rata kunjungan wisman hanya mencapai 550 orang per hari. Kini, angkanya melonjak hingga 700 orang per hari.

Sumiarsa menegaskan, salah satu faktor yang mendorong peningkatan ini adalah konflik di kawasan Asia Tenggara, khususnya antara Thailand dan Kamboja.

Banyak wisatawan Eropa yang mengalihkan destinasi liburannya ke Bali, dan Penglipuran menjadi salah satu tujuannya.

Di sisi lain, desa ini juga tengah gencar melakukan promosi untuk menarik lebih banyak turis asing.

Lanjut Sumiarsa, kenaikan wisman tersebut turut menjaga kestabilan tingkat kunjungan ke Penglipuran di tengah tren menurunnya wisatawan domestik jika dibandingkan Juni lalu.

Selama Juli, rata-rata kunjungan ke desa dengan predikat terbersih di dunia ini mencapai 2.500 hingga 2.800 orang per hari.

Jumlah ini dianggap ideal jika dibandingkan daya tampung Penglipuran.

“Ke depan, kami akan fokus menyasar segmen mancanegara melalui promosi dan penyelenggaraan event budaya,” ujar Sumiarsa dikonfirmasi Kamis (31/7/2025).

Pada Agustus ini, pihaknya akan mengemas pelaksanaan Ngaben massal di Penglipuran sebagai daya tarik wisata. Sumiarsa menilai, prosesi Pitra Yadnya itu berpeluang besar menarik perhatian wisatawan.

Mereka akan diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam upacara.

Dari sisi pelaksanaan, Ngaben di Penglipuran juga memiliki keunikan tersendiri karena masih mengusung konsep Bali Aga. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #kunjungan wisatawan #wisman #Penglipuran