BALIEXPRESS.ID - The Suaka Baliaga adalah sebuah vila yang terbilang baru di kawasan Batubelig, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung.
Vila dengan 7 jenis kamar ini pun memberikan suasana Ubud meski dekat pesisir pantai.
Keunikan dan kenyamanan yang ditawarkan akomodasi ini pun mampu membuat waktu tinggal para wisatawan meningkat.
Bahkan banyak dari wisatawan menganggap The Suaka Baliaga sebagai rumah kedua.
Vila ini pun hadir dengan arsitektur bergaya Bali, dengan pelayanan staff sangat ramah.
Tak jarang wisatawan merasa seperti tinggal dengan saudara yang lama tak ketemu.
Baca Juga: Bank BPD Bali Tingkatkan Literasi SBN dan Kapasitas SDM BPR
Manajer Vila, I Wayan Widastra mengatakan, The Suaka Baliaga memang menonjolkan kenyamanan bagi wisatawan dengan arsitektur Bali.
Ini dilakukan untuk memberikan pengalaman tinggal di rumah Bali yang nyaman.
Tentunya sentuhan nuansa Ubud menjadi keunggulan vila, meski berlokasi di dekat pantai Batubelig.
“Ini merupakan salah satu dari villa yang nuansanya Ubud yang lokasinya ada di daerah pantai. Nah, di samping itu juga dari segi arsitekturnya juga kita itu Balinese yang luxury,” ujar Widastra saat ditemui, Rabu (15/10).
Dirinya pun menyebutkan, fasilitas vila yang dimiliki juga cukup lengkap, mulai dari spa, bar, jacuzzi, sauna, biliard dan lainnya.
Selain itu ada juga aktivitas yang membuat tamu tak mau meninggalkan vila.
Mulai dari membuat canang, membuat sate, dan cara memakai kamen atau busana adat Bali.
“Di samping itu juga untuk anak-anak, kami juga ada aktivitinya. Contoh fish feeding itu memberi makanan ikan, bagaimana kita mengakomodasi anak-anak biar merasa nyaman di sini dengan mewarnai, menggambar, merangkai dari balok-balok yang kita siapkan. itu semua permainan anak-anak,” ungkapnya.
Selain fasilitas yang lengkap, seluruh kebutuhan wisatawan juga disiapkan dengan baik.
Mulai dari makanan, bar, aktivitas di luar vila maupun tur pun disajikan.
Pastinya hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi tamu, agar dapat memberikan pengalaman menginap di rumah kedua.
“Di sini kami membuat tamu itu tidak merasa senang, tapi kami di sini membuat tamu adalah this is the second home in Bali,” paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga