BALIEXPRESS.ID- Pemberlakukan tarif baru masuk Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kaupaten Tabanan, ditunda.
Rencana awal, kenaikan tarif masuk Tanah Lot mulai diberlakukan per 1 April 2026.
Penundaan ini, menurut Kepala Divisi Promosi dan Pengembangan DTW Tanah Lot, I Wayan Sanjaya Tampi, disebabkan oleh beberapa kondisi yang dinilai tidak memungkinkan untuk menaikan tarif masuk.
Baca Juga: Dari “Lulu” Menjadi “Luwih”, Teater Musik Edukatif Gugus Sayan Sentuh Isu Lingkungan di GSC 2026
“Salah satunya adalah pertimbangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih memanas menjadi penyebab utama, karena akan berpengaruh pada jumlah kunjungan. Sehingga kenaikan tarif masuk kami tunda,” jelasnya Rabu (1/4/2026).
Sanjaya menjelaskan tarif masuk wisatawan domestik tetap sebesar Rp20 ribu untuk anak-anak dan Rp30 ribu untuk dewasa.
Sedangkan, harga tiket masuk wisatawan mancanegara Rp40 ribu untuk anak-anak dan Rp75 ribu untuk dewasa.
Baca Juga: Garuda Indonesia Hadirkan Rute Baru Denpasar–Jayapura, Perkuat Akses ke Papua
Selain tiket masuk, tarif parkir kendaraan di DTW Tanah Lot juga tidak berubah. Adapun, biaya parkir sepeda motor Rp3 ribu, roda empat Rp5 ribu, serta roda enam seperti bus dan truk sebesar Rp10 ribu.
Sementara itu, terkait kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot, khususnya wisatawan asal Timur Tengah yang sejak beberapa tahun lalu menjadi penyumbang wisatawan asing yang datang ke Bali tercatat mengalami penurunan pada Maret lalu.
“Penurunan tersebut dipicu perang antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Konflik tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan perjalanan wisatawan dari kawasan tersebut," lanjutnya.
Meski kunjungan wisatawan asal Timur Tengah ke DTW Tanah Lot mengalami penurunan, namun menurut Sanjaya jumlah kunjungan wisatawan asing ke DTW Tanah Lot masih relatif stabil.
“Hal ini karena DTW Tanah Lot, masih tetap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan asing seperti India, Eropa dan Tiongkok yang berkunjung ke Bali,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan