Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Terdampak Perang, Okupansi Hotel Nusa Dua Stabil

Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 17 April 2026 | 18:22 WIB
Suasana kunjungan wisatawan di Daya Tarik Wisata Pantai Waterblow, Kawasan The Nusa Dua yang masih stabil. (Istimewa)
Suasana kunjungan wisatawan di Daya Tarik Wisata Pantai Waterblow, Kawasan The Nusa Dua yang masih stabil. (Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Perang di wilayah timur tengah ternyata tidak mempengaruhi tingkat okupansi atau hunian hotel di kawasan pariwisata the Nusa Dua, Bali.

Kawasan yang dikenal sebagai destinasi premium yang dikelola InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) ini masih menunjukkan okupansi yang stabil, bahkan cenderung positif dalam beberapa periode terakhir.

Hal ini menjadi indikator bahwa daya tarik Bali, khususnya Nusa Dua, masih kuat di mata wisatawan mancanegara.

Baca Juga: Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kantor Pertanahan Kabupaten Klungkung beserta Pengadilan Negeri Semarapura melaksanakan kegiatan pemeriksaan setempat (PS)

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika mengatakan, meskipun jumlah penerbangan ke Bali mengalami penurunan dan harga tiket cenderung meningkat, jumlah kunjungan ke kawasan Nusa Dua justru menunjukkan tren positif.

Terlebih berdasarkan data year-on-year, jumlah pengunjung pada Maret 2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Tetapi kita belum melihat yang bulan April nih. Ya kami sih berharap itu tidak ada pengaruh ya, karena mostly, 80 persen yang menginap di Nusa Dua ini adalah Wisatawan Mancanegara. Yang relatif sebetulnya terpengaruh, tapi kan tidak sebesar yang domestik,” ujar Dwiatmika, Jumat (17/4).

Baca Juga: Rapim Akhir Kuartal I 2026, Menteri Nusron Instruksikan Jajaran Tuntaskan Berkas Layanan Pertanahan

Dari sisi pasar, wisatawan asal Australia masih menjadi kontributor terbesar bagi Nusa Dua.

Disusul oleh wisatawan dari Rusia dan China.

Sementara itu, kunjungan dari Korea Selatan masih relatif kecil dan belum menjadi pasar utama.

Baca Juga: Kisah BRILink Agen Perempuan di Palembang, Usaha Naik Kelas dan Layani Ribuan Transaksi Keuangan Masyarakat Tiap Bulan

Pihaknya pun berharap wisatawan domestik yang sebelumnya berencana bepergian ke luar negeri dapat mengalihkan destinasi liburannya ke Bali.

Dwiatmika menyebutkan, keunggulan Nusa Dua terletak pada tata kawasan yang tertata rapi, dengan taman-taman yang terjaga serta arsitektur khas Bali yang tetap dipertahankan.

Hal ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan destinasi lain.

“Wisatawan juga dapat dengan mudah menikmati aktivitas luar ruangan seperti jogging, berjalan kaki, hingga mengunjungi pusat perbelanjaan terbuka yang terintegrasi dalam kawasan,” paparnya.

Sementara Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka menyatakan, secara umum tingkat hunian di Nusa Dua masih dalam kondisi baik.

Pihaknya pun kini tengah menjalankan program rejuvenasi atau peremajaan kawasan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang.

Upaya ini mendapat apresiasi dari para tenant yang berada di kawasan tersebut.

“Setelah sekian lama tidak mengalami perubahan besar, kini Nusa Dua menghadirkan wajah baru yang lebih segar dan modern, tanpa meninggalkan identitasnya,” ungkapnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#okupansi #hotel #nusa dua