Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tidak Dipengaruhi LSD, Penjualan Sapi di Pasar Beringkit Lancar

P

Penjualan sapi yang tidak dipengaruhi penyakit LSD di Pasar Beringkit, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Senin (19/1).
Penjualan sapi yang tidak dipengaruhi penyakit LSD di Pasar Beringkit, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Senin (19/1).


Advertisement

BALIEXPRESS.ID - Penyakit kulit infeksius atau Lumpy Skin Disease (LSD) tidak mempengaruhi penjualan sapi di Pasar Beringkit, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi.

Hal ini lantaran suplai sapi asal Jembrana dihentikan sementara.

Sejumlah upaya juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyebaran LSD.

Berdasarkan hasil pemantauan, meski pasar hewan tidak dibuka, masih ada aktivitas pengiriman sapi.

Bahkan ada sejumlah sapi yang ditimbang sebelum nantinya dikirim menuju daerah lain dari Pasar Beringkit.

Advertisement

Ada juga sejumlah sapi yang dititipkan di pasar tersebut.

Plt Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Buana Putra mengatakan, penjualan sapi saat ini masih berjalan seperti biasa.

Hanya saja pengiriman sapi dari Jembrana memang dihentikan sementara.

“Kami hanya mempersempit lalu lintas sapi dari wilayah Jembrana, khususnya dari beberapa desa yang terjangkit untuk sementara ditahan masuk ke Pasar Beringkit,” ujar Bhuana Putra saat ditemui Senin (19/1).

Pihaknya menyebutkan, telah berkoredinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Diseperpa) Kabupaten Badung terkait antisipasi penyebaran LSD.

Langkah ini pun disambut baik oleh pemerintah dengan dilakukan penyemprotan atau sterilisasi dengan desinfektan di area Pasar Beringkit.

“Selain itu saat pasar buka, Minggu (18/1) kemarin mereka juga sudah melakukan langkah preventif dengan spraying (disemprot cairan desinfektan) terhadap  sapi yang masuk,” ungkapnya.

Meski ada pembatasan pengiriman sapi, Bhuana Putra menerangkan, aktivitas perdagangan di Pasar Beringkit dilaporkan tidak mengalami gangguan.

Terlebih masih ada kiriman sapi dari daerah lainnya.

Sehingga dirinya memastikan sirkulasi penjualan sapi masih berjalan normal.

​“Potensi pendapatan di Pasar Beringkit terkait masalah LSD ini tidak berpengaruh karena sejauh ini belum ada penurunan penjualan. Sirkulasi penjualan sapi di Beringkit masih normal meski kami mempersempit lalu lintas sapi dari wilayah Jembrana untuk sementara,” terangnya.

Lebih lanjut pihaknya menambahkan, saat ini sedang merancang anggaran khusus untuk mengantisipasi penularan LSD.

Terlebih hal ini perlu diantisipasi jika memang penyakit tersebut muncul di Pasar Beringkit.

“Rencana kami akan anggarkan khusus, jadi kami memiliki langkah preventif yang lebih cepat. Untuk itu perlu peningkatan kapasitas, penyediaan anggaran, dan juga tetap koordinasi dengan pihak terkait,” imbuhnya. (*)

Advertisement
Editor : Putu Resa Kertawedangga

Artikel Terkait

Sapi Madura Berkaki Enam dari Boyolali Juara Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026

Sapi Madura Berkaki Enam dari Boyolali Juara Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026

Sapi ras Madura berkaki enam asal Boyolali, Jawa Tengah, berhasil mencuri perhatian di Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026. Sapi dengan kondisi fisik tak biasa tersebut sukses meraih juara pertama di kelas sapi unik.

Dua TKP di Buleleng, Komplotan Pencuri Sapi Ternyata Beraksi hingga Karangasem

Dua TKP di Buleleng, Komplotan Pencuri Sapi Ternyata Beraksi hingga Karangasem

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa pelaku dalam kedua kasus tersebut merupakan orang yang sama dan juga diduga terlibat dalam aksi serupa di Kabupaten Karangasem.

Pemkab Jembrana Bagikan Hewan Qurban ke 69 Masjid, Anggaran Naik Jadi Rp246 Juta

Pemkab Jembrana Bagikan Hewan Qurban ke 69 Masjid, Anggaran Naik Jadi Rp246 Juta

Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan komitmennya dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan menyalurkan bantuan hewan qurban kepada masjid-masjid di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer