Tanggapi Teguran Jokowi, Dishub Bali Pastikan Groundbreaking MRT Tetap Sesuai Jadwal

BALIEXPRESS.ID- Rencana pembangunan MRT di Bali menjadi perhatian serius setelah Presiden Joko Widodo mengkritik rencana tersebut.
Namun, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta, menegaskan bahwa proyek ini akan tetap berjalan sesuai rencana, dengan groundbreaking yang dijadwalkan pada September mendatang.
"Iya, kita sudah sadar itu sepenuhnya dari awal. Nah karena itu perhitungannya harus benar, ya. Kita harus menghitung dengan baik supaya tidak menjadi beban dan kita sudah memastikan bahwa apapun yang dilakukan di Bali, berkaitan dengan rencana public transport ini memang sedapatnya adalah tidak membebani APBD. Jadi karena itu kita mendorong investasi. Soal groundbreaking, saya kira nanti kita memastikan investor untuk segera melakukan groundbreaking," ujar Samsi Gunarta, Sabtu (17/8).
Samsi menambahkan, kritik tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memastikan hasil yang maksimal dari rencana investasi ini.
"Itu menjadi catatan untuk kita bersama-sama bisa mendapatkan hasil yang maksimal, ya, dari rencana investasi ini," tegasnya.
Baca Juga: Tertangkap Basah! Pemuda Curi Parfum di Minimarket Jalan Pulau Kawe
Samsi juga menjelaskan bahwa MRT di Bali akan difokuskan untuk melayani sektor pariwisata, yang merupakan komponen utama yang memerlukan transportasi publik.
Namun, ia juga memastikan bahwa layanan MRT/LRT ini nantinya dapat dinikmati oleh masyarakat umum, kemungkinan dengan subsidi dari pemerintah.
"MRT ini sebetulnya kita melihat pada pertama komponen yang utama adalah melayani wisata, karena wisata ini yang sebetulnya tinggi. Nah kemudian nanti dari layanan ini kita akan spill kepada masyarakat," katanya.
"Siapkan dulu untuk komersial, nanti kita akan siapkan untuk semacam bagaimana caranya bisa masyarakat bisa menikmati dengan mungkin subsidi pemerintah untuk masyarakat tapi jelas targetnya,” imbuhnya.
Samsi menegaskan bahwa Bali tidak memiliki pilihan lain selain mengembangkan transportasi publik seperti MRT/LRT untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan wisatawan.
"Kita nggak punya pilihan," tutupnya.(ika)



