Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keren! Dishub Buleleng Rancang Plang Nama Jalan Antikarat dari Limbah Plastik

D
Penulis: Dian Suryantini❯
Contoh plang nama dari cacahan sampah plastik yang akan digunakan di beberapa ruas jalan di Kabupaten Buleleng.
Contoh plang nama dari cacahan sampah plastik yang akan digunakan di beberapa ruas jalan di Kabupaten Buleleng.

BALIEXPRESS.ID- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng melakukan langkah progresif dalam penanganan limbah anorganik.


Advertisement

Bekerja sama dengan PT Rumah Plastik, Dishub Buleleng kini tengah merencanakan proyek pengadaan plang nama jalan yang berbahan baku 100 persen sampah plastik.

Inovasi ini diharapkan menjadi solusi konkret atas permasalahan sampah sekaligus mempercantik wajah Kota Singaraja dengan konsep ramah lingkungan.

Kadishub Buleleng Gede Gunawan Adnyana Putra, mengonfirmasi bahwa beberapa titik plang nama jalan di seputaran Kota Singaraja akan segera diganti dengan material hasil olahan limbah tersebut.

Advertisement

Meski demikian, masyarakat diminta bersabar karena saat ini proyek tersebut masih dalam tahap percobaan pembuatan. 

"Kami memang sedang merancang proyek ini. Saat ini statusnya masih dalam tahap percobaan pembuatan. Nanti, jika semua sudah siap, di beberapa titik strategis akan segera kami pasang plang berbahan sampah plastik ini," ujar Gunawan belum lama ini.

Direktur PT Rumah Plastik, Putu Eka Darmawan, menjelaskan bahwa secara teknis tidak ada kendala berarti dalam proses manufaktur plang jalan tersebut.

Advertisement

Berkat kesiapan mesin dan ketersediaan bahan baku yang melimpah, produksi dapat dilakukan secara maksimal sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah.

"Proses pembuatannya sebenarnya tidak sulit dan waktu yang dibutuhkan pun relatif singkat. Untuk menghasilkan satu buah plang nama jalan, kami hanya membutuhkan waktu kira-kira satu minggu saja," ungkap Eka Darmawan.

Eka menambahkan bahwa durasi pengerjaan sangat bergantung pada permintaan dan kesepakatan desain.

Namun, secara keseluruhan, alur kerja sudah terstruktur dengan baik sehingga target pembuatan diharapkan dapat tercapai tepat waktu.

Menilik proses produksinya, satu buah plang nama jalan ternyata mampu menyerap sekitar 3 hingga 4 kilogram sampah plastik.

Jenis plastik tertentu yang telah dipilah terlebih dahulu diolah menjadi cacahan kecil.

Cacahan ini kemudian melewati proses pemanasan dan pengepresan dengan tekanan tinggi hingga membentuk sebuah papan yang solid dan kokoh.

Keunggulan dari material ini adalah daya tahannya terhadap cuaca, yang sering kali menjadi masalah pada plang berbahan kayu atau logam yang mudah keropos dan berkarat.

Setelah papan plastik terbentuk, tahap selanjutnya adalah pemotongan sesuai desain (mal) yang telah ditentukan.

"Kami sudah memiliki mesin khusus untuk ini. Kami tinggal memasukkan desainnya ke dalam sistem, lalu mesin akan bekerja melakukan pemotongan secara presisi sesuai bentuk plang nama jalan yang diinginkan," jelas Eka lebih lanjut.

Jika tahap percobaan ini berhasil dan mendapatkan respons positif, tidak menutup kemungkinan seluruh plang nama jalan di wilayah Kabupaten Buleleng akan menggunakan material serupa.

Selain mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), proyek ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah plastik, jika dikelola dengan teknologi yang tepat, dapat menjadi produk yang bermanfaat jangka panjang. (*)

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Ikhtiar Buleleng Menuju Kemandirian Energi

Ikhtiar Buleleng Menuju Kemandirian Energi

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali tengah menyiapkan tender dua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar, yakni PLTS Gilimanuk berkapasitas sekitar 300 MWp dan PLTS Buleleng 118 MWp.

Lapas Singaraja Geledah Kamar Hunian, Sita Pisau Cutter hingga Botol Kaca

Lapas Singaraja Geledah Kamar Hunian, Sita Pisau Cutter hingga Botol Kaca

Tepat pukul 15.00 Wita, belasan petugas bergerak menuju Kamar Hunian 19 untuk menggelar penggeledahan mendadak terhadap badan dan kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Pakai Identitas Palsu, Koki Restoran di Buleleng Gasak Barang Senilai Rp33,3 Juta

Pakai Identitas Palsu, Koki Restoran di Buleleng Gasak Barang Senilai Rp33,3 Juta

Sat Reskrim Polres Buleleng menangkap seorang pria yang diduga mencuri atau menggelapkan barang milik majikannya di Restoran Asean Kitchen, Banjar Dinas Tamblingan, Desa Tamblingan, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer