Keseruan balap Tamiya ini terlihat di acara Singaraja Mni JRT 4WD Fun Race BMAX Class, Minggu (12/6) siang. Faun Race digelar serangkaian Angkringan Festival 2022 di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja. Kegiatan itu pun mengobati kerinduan puluhan penggemar Tamiya. "Fun Race ini untuk bernostalgia. Dan antusias teman-teman sehobi sangat tinggi. Kami membentuk persatuan dan aktif bermain sejak Januari 2022. Dan kami ingin memperlihatkan kalau Tamiya masih dimainkan sampai sekarang," terang Koordinator Fun Race Tamiya, Aditya Sanjaya, 33.
Ingatan-ingatan akan permainan Tamiya melalui kartun juga masih lekat dirasakan. Sehingga suasana bermain Tamiya di masa kecil masih terbawa hingga saat ini. Upaya memodifikasi mobil mainan untuk menciptakan kecepatan dan keseimbangan saat melaju menjadi keseruan tersendiri. "Daya tarik Tamiya itu memang keras banget. Film Kartun yang paling berengaruh itu Let's and Go," kata dia.
Tak hanya mengobati kerinduan pada balapan Tamiya, Fun Race juga melombakan mobil-mobil Tamiya yang dibawa oleh penggemar. Peserta yang akan berkompetisi diwajibkan untuk membeli kupon agar dapat menempatkan Tamiya pada lintasan. Tamiya tercepat dengan performa maksimal akan lolos menjadi pemenangnya. "Balapannya pakai sistem gugur. Nanti yang paling cepat pemenangnya. Panitia sudah menyiapkan hadiah total Rp 1,5 juta untuk juara I, II dan III serta pemenang dengan catatan waktu tercepat," terangnya.
Tidak tanggung-tanggung sebanyak 50 penggemar langsung melakukan pendaftaran untuk ikut balapan. Tamiya kesayangan pun telah dipersiapkan agar bisa beradu dengan Tamiya lawan. Permainan Tamiya memang merupakan permainan yang keseruannya tidak pernah mati. Dibandingkan dengan permainan yang bermunculan saat ini, Tamiya masih tetap digandrungi. Dengan sejuta kenangan masa kecil, Tamiya tetap tidak tersaingi. "Kalau dibandingkan dengan permainan yang ada sekarang, Tamiya lebih seru. Karena banyak kelasnya. Ada lompatan, ada belokan. Seperti tangguh di segala medan. Kalau mau lebih cepat, bisa dimodifikasi. Tapi kalau untuk kompetisi tetap pakai standar pabrik. Tidak boleh diutak-atik," terang salah satu penggemar Tamiya, Kadek Kencana.
Kencana yang menggemari Tamiya sejak duduk di bangku SD hingga usianya kini 30 tahun tetap setia dengan hobi permainan Tamiya. Meski harga Tamiya cenderung mahal, Kencana memilih untuk menetap pada hobinya. Bahkan satu buah Tamiya resmi harganya mencapai Rp 1,5 juta. Namun harga bukanlah menjadi persoalan utama. "Seperti candu aja. Walau kadang mhal ya, yang namanya suka tetap dijalai. Sekarang sudah kerja bisa bebas main. Kalau dulu mesti sembunyi-sembunyi dulu mainnya. Karena uang jajan masih minta sama orang tua," tambahnya.