Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Luhur Uluwatu di Badung, Bali: Berikut Ini Sejarah Singkatnya

Suharnanto Bali Express • Sabtu, 9 September 2023 | 23:27 WIB
Pura Luhur Uluwatu di Badung, Bali.
Pura Luhur Uluwatu di Badung, Bali.

DENPASAR, BALI EXPRESS-Secara administratif, Pura Luhur Uluwatu terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Pura Uluwatu menduduki area berupa tebing tinggi yang menjorok ke Samudera Indonesia, dengan ketinggian mencapai 79 Mdpl. Luas lahan Pura Luhur Uluwatu mencapai 5000 m², dengan batas-batas sebagai berikut:

Status kepemilikan Pura Luhur Uluwatu adalah milik Desa Pekraman Pecatu dan pengelolaannya dilakukan oleh Desa Pekraman Pecatu.

 

 

Secara etimologis, kata "Ulu" berarti ujung, atas, atau puncak, sedangkan "Watu" berarti batu. Oleh karena itu, Pura Uluwatu dapat diartikan sebagai tempat suci yang dibangun di puncak batu karang.

Pura Luhur Uluwatu memiliki peran penting dalam penghayatan agama Hindu di Bali.

Pura ini didedikasikan untuk memuja Tuhan dalam wujud Batara Siwa Rudra dan berfungsi sebagai salah satu Pura Sad Kahyangan Jagat.

Upacara piodalan atau hari besar Pura Luhur Uluwatu jatuh pada hari Selasa Kliwon Wuku Medangsia atau setiap 210 hari berdasarkan perhitungan kalender Saka.

 

Sejarah pendirian Pura Uluwatu memiliki dua versi. Versi pertama menyatakan bahwa Pura ini didirikan oleh Empu Kuturan pada abad ke-9 pada masa pemerintahan Marakata.

 

Versi kedua mengaitkan pembangunan Pura Uluwatu dengan Dang Hyang Nirartha, seorang pendeta asal Jawa Timur yang datang ke Bali pada tahun 1546 Masehi, saat pemerintahan Dalem Waturenggong.

Dang Hyang Nirartha kemudian mendirikan Pura Uluwatu di Bukit Pecatu dan moksa di tempat ini setelah melakukan perjalanan spiritual berkeliling Pulau Bali.

 

 

Pura Luhur Uluwatu juga memiliki beberapa Pura Prasanak atau Jajar Kemiri di sekitarnya, seperti Pura Parerepan, Pura Dalem Kulat, Pura Karang Boma, Pura Dalem Selonding, Pura Pangeleburan, Pura Batu Metandal, dan Pura Goa Tengah. Semua Pura Prasanak ini berada dalam radius sekitar lima kilometer dari Pura Luhur Uluwatu.

 

Arsitektur Pura Luhur Uluwatu terdiri dari tiga halaman: Halaman Luar (jaba sisi), Halaman Tengah (jaba tengah), dan Halaman Utama (jeroan).

 

Halaman luar memiliki dimensi panjang 13,25 meter dan lebar 12,43 meter, sedangkan halaman tengah memiliki dimensi panjang 35,54 meter dan lebar 9,20 meter.

Halaman utama memiliki dimensi panjang 28,30 meter dan lebar 8,10 meter.

 

Pintu masuk ke Pura Luhur Uluwatu menggunakan Candi Paduraksa yang bersayap, mirip dengan candi masuk di Pura Sakenan di Pulau Serangan, Denpasar Selatan.

 

Candi Paduraksa ini memiliki Candra Sangkala yang memiliki nilai 927 Saka, sesuai dengan tahun yang disebutkan dalam Lontar Kusuma Dewa.

 

Selain candi Paduraksa, terdapat juga dua buah arca penjaga (dwarapala) di sisi kanan dan kiri candi Paduraksa dengan karakteristik yang sama dengan arca penjaga di Pura Dalem Serangan.(*)

 

Editor : Suharnanto Bali Express
#bali #Pura Luhur Uluwatu #badung