BALIEXPRESS.ID – Sejak bulan Mei sampai dengan Agustus 2024 harga kopi robusta tercatat mengalami peningkatan hingga 100 persen lebih, dari sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 85 ribu per kilogram.
Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kabupaten Tabanan, Wayan Dira, menyebutkan melambungnya harga kopi sejak tiga bulan lalu, disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari adanya penurunan produksi kopi dunia, termasuk kopi Nusantara sejak awal tahun 2024 lalu hingga disebabkan oleh dampak El Nino yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.
"Selain adanya penurunan panen di beberapa negara penghasil kopi seperti, Vietnam dan Brazil sejak tiga tahun lalu, termasuk juga produksi kopi Nusantara yang saat ini hanya panen sekitar 60 persen saja, melambungnya harga kopi nasional saat ini juga disebabkan oleh adanya trend Ngopi di masyarakat Bali," jelasnya.
Untuk di sentra kopi Robusta Bali, yang ada di Kecamatan Pupuan,
Dira mengaku jika hasil panen petani kopi di Pupuan saat ini termasuk kategori panen yang cukup baik. Karena di musim panen tahun 2024 yang dimulai pada bulan Juni lalu, per satu hektar perkebunan kopi menghasilkan kopi hingga 1,5 ton.
Jumlah tersebut dikatakannya sudah meningkat sejak tiga tahun lalu, yang mana sejak tahun 2019-2023 panen kopi robusta di Pupuan hanya mampu mencapai ratusan kilo per satu hektar lahan perkebunan.
"Saat ini kualitas panen sudah sangat baik, dimana per hektarnya, sudah mampu menghasilkan kopi hingga 1,5 ton. Dari sebelumnya hanya 3-4 kuintal saja. Saat ini kami di Pupuan ada sebanyak 25 hektar perkebunan kopi yang produktif. Sehingga jika dikalkulasikan hasilnya sangat bagus di tahun ini," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian (Distan) Tabanan, Sintha Oktaviani mengakui bahwa petani di Tabanan sedang panen raya kopi robusta. Bahkan hasilnya pun meningkat.
Berdasarkan data pertanian kopi di Tabanan. Luasnya saat ini mencapai 9.584,87 hektar. Terbesar berada di di Kecamatan Pupuan atau wilayah Selemadeg Raya, dengan produksi kopi yang mencapai 5.589,12 ton.
”Dari beberapa laporan awal produksi kopi meningkat karena cuaca yang sedang mendukung," ungkapnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana