BALIEXPRESS.ID - Menjelang perayaan Idul Adha, harga hewan kurban seperti kambing dan sapi di Kabupaten Jembrana, Bali, mengalami kenaikan.
Sekitar satu bulan menjelang Idul Adha, harga hewan kurban naik antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per ekor.
Kenaikan harga hewan kurban menjelang Idul Adha ini berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.
Saat ini, harga kambing kurban di pasaran berkisar antara Rp2 juta hingga Rp5,5 juta per ekor, tergantung ukuran dan bobotnya.
Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar Rp500 ribu hingga Rp750 ribu per ekor dibandingkan hari-hari biasa.
Begitu juga dengan sapi kurban, yang kini dipatok dengan harga antara Rp15 juta hingga Rp20 juta per ekor, mengalami kenaikan sekitar Rp1 juta dari harga normal.
Mubin, seorang penjual hewan kurban di Jembrana, membenarkan adanya tren kenaikan harga tersebut.
Namun, menurutnya, permintaan kambing kurban tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu, diduga akibat faktor ekonomi.
"Permintaan sapi kurban juga menurun menjelang Idul Adha. Harga kambing meningkat Rp500 ribu hingga Rp750 ribu, sedangkan sapi naik sekitar Rp1 juta per ekor. Kenaikan ini sudah terasa sejak tiga minggu terakhir menjelang Idul Adha," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Selasa (27/5/2025).
Mubin menambahkan bahwa meskipun permintaan menurun, stok kambing kurban dari peternak lokal di Bali, khususnya Jembrana, masih aman hingga saat ini.
Kenaikan harga ini berdampak signifikan pada volume penjualan. Jika tahun lalu, permintaan kambing kurban seminggu sebelum Idul Adha mencapai 500 ekor, tahun ini angka tersebut anjlok drastis menjadi sekitar 150 ekor.
Penurunan serupa terjadi pada sapi kurban, dari 15 hingga 20 ekor pada tahun lalu, menjadi hanya 10 ekor di periode yang sama tahun ini.
Di sisi lain, Oding, seorang penjual sapi dari Banyubiru, mencatat peningkatan dalam aktivitas pengiriman sapi lokal.
"Menjelang Idul Adha, permintaan pengiriman sapi lokal meningkat 30 hingga 40 persen dari hari-hari biasa. Biasanya, saya mengirim 8-10 ekor ke Pasar Beringkit, Badung. Jelang Idul Adha ada peningkatan hingga 40 persen," ungkapnya. (*)
Editor : I Made Mertawan