BALIEXPRESS.ID-Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video seorang pria yang meluapkan kekesalannya setelah diduga disebut sebagai pendatang yang tidak penting di Bali.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @everythingbali.official dan langsung memicu perdebatan hangat di kolom komentar.
Baca Juga: Jalur Denpasar–Gilimanuk Jebol, Jalur Gitgit Macet Parah, Hingga Kecelakaan Bus vs Truk Terjadi
Dalam rekaman itu, tampak pria yang merekam kejadian tersebut dengan nada emosi, mempertanyakan ucapan seseorang berbaju merah muda yang dituding menyampaikan pernyataan diskriminatif terhadap warga dari luar Bali.
"Saya dibilang nggak perlu orang luar datang ke Bali, saya tersinggung bli," ucap pria tersebut dalam nada tinggi.
Meski belum diketahui secara pasti di mana dan kapan peristiwa ini terjadi, namun video tersebut telah tersebar luas di berbagai platform digital dan mengundang reaksi dari masyarakat.
Menanggapi viralnya kejadian ini, Senator DPD RI Arya Wedakarna (AWK) pun angkat suara melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Dalam pernyataannya, AWK mengkritisi kondisi sosial di Ibu Kota Bali.
“Denpasar KOTA AMBURADUL… rakyatnya dibiarkan menghadapi masalah sendiri…” tulis @aryawedakarna, dikutip Kamis, 10 Juli 2025.
Pernyataan tersebut menambah sorotan terhadap kondisi sosial di Bali, khususnya terkait hubungan antara warga lokal dan pendatang.
Video ini memantik banyak reaksi dari netizen, sebagian besar menyayangkan adanya sikap diskriminatif.
Sejumlah warganet menilai bahwa peristiwa tersebut mencerminkan lemahnya kepemimpinan daerah dalam menjaga keharmonisan sosial. Mereka menilai Bali kini semakin rawan konflik karena kurangnya aturan yang tegas.
“Nah beginilah akibatnya jikalau punya Pemimpin yang kurang tegas bikin Aturan, Bali sekarang udah nggak aman, terlalu banyak perdebatan dan kerusuhan.” Tulis akun @antonpramayasa
“Hargai diri anda sendiri terlebih dahulu, baru hargai orang lain.” Ketik akun @gusthara
Baca Juga: Rayyan Arkan Dikha Resmi Jadi Duta Pariwisata Riau, Pembawa Pacu Jalur ke Dunia
Tak sedikit pula warganet yang mengajak semua pihak untuk tidak membeda-bedakan pendatang dan warga lokal. Mereka berharap semua pihak bisa hidup rukun tanpa memicu konflik horizontal.
“Yuk lah jangan sedikit-sedikit nggak perlu orang luar, nggak perlu orang Bali, sama-sama perlu kok kita ini.” Ujar akun @irma_dwi_s
“Inget di luar pulau Bali masih banyak semeton Bali, kalau sama nyama Bali digituin di luar Bali gimana.” Imbuh akun @suartak182
Beberapa komentar mencoba melihat masalah ini dari dua sisi, yaitu bagaimana warga lokal tetap berupaya sopan santun, dan pentingnya pendatang untuk tetap menjaga sikap saat tinggal di Bali.
“Sebagai pendatang tentu saya membela Semeton Bali, dari logat bicara orang Bali masih berupaya sopan santun, ini si driver yg katanya baru punya KTP BALI,,,, ngegasss mulu... Semeton Bali ngomong sekata, dia berkata-kataa care dadonggg dadongggg yg masih PMS.” Komentar akun @luna_fanyyy
Baca Juga: KOCAK! Agung Ketut Rai Diarak Tandu Ogoh-Ogoh Saat Tampil di Gianyar
Meskipun kronologi lengkap kejadian ini belum sepenuhnya terungkap, namun peristiwa tersebut menjadi bahan refleksi penting mengenai toleransi dan etika sosial dalam kehidupan bermasyarakat di Bali.
Editor : Wiwin Meliana