Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jadi Lebih Realistis, DPRD Badung Sepakati Penurunan APBD 2026

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 25 November 2025 | 01:59 WIB

Pimpinan DPRD Badung bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat mengambil keputusan terhadap empat Ranperda dalam rapat paripurna, Senin (24/11).
Pimpinan DPRD Badung bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat mengambil keputusan terhadap empat Ranperda dalam rapat paripurna, Senin (24/11).

BALIEXPRESS.ID - DPRD Badung, Senin (24/11) menggelar rapat paripurna untuk mengambil keputusan terhadap empat Rancangan Perarutan Daerah (Ranperda).

Meliputi Ranperda tentang APBD Badung tahun anggaran 2026, Ranperda tentang pemerinan insentif dan/atau kemudahan penanaman modal, Ranperda tentang fasilitasi perlindungan kekayaan intelektual, dan Ranperda tentang perlindungan dan penertiban hewan pembawa rabies.

Dalam rapat ini Dewan Badung pun telah menyepakati adanya penurunan APBD 2026.

Baca Juga: Perayaan Puncak HUT Ke-16 Mangupura, Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Ajak Masyarakat Membangun Kabupaten Badung

Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti mengatakan, dalam rapat paripurna telah dilakukan oengambilan keputusan terhadap empat Ranperda.

Keempat Ranperda ini pun telah disepakati, salah satunya berisi tentang dokumen daerah tentang APBD Kabupaten Badung 2026.

“Rapat paripurna kali ini mengambil keputusan atas empat Ranperda yang telah kita putuskan, jadi ada satu dokumen daerah tentang APBD 2026,” ujar Anom Gumanti usai memimpin rapat didampingi para Wakil Ketua DPRD Badung, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, I Made Wijaya, dan I Made Sunarta.

Baca Juga: Sambut Hari Guru Nasional 2025, MGMP Bahasa Bali Buleleng Komitmen Wujudkan SDM Bali Unggul lewat Webinar

Pihaknya pun menyebutkan, APBD tahun 2026 telah dikoreksi oleh Bupati Badung beserta seluruh jajaran.

Koreksi ini juga sesuai dengan isi Pemandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD Badung.

“Sebisa mungkin APBD di tahun 2026 lebih realistis. Kami mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan bupati dan jajarannya,” ungkapnya.

Baca Juga: Layanan Kargo Capai 88 Ribu Ton Januari-Oktober, Tertinggi Kargo Internasional 79 Persen

Anom Gumanti pun menerangkan, dari koreksi tersebut pendapatan dalam APBD 2026 ada penurunan sekitar Rp 1 triliun.

Untuk itu, dalam APBD pendapatan yang dipasang Rp 12,1 triliun lebih.

“Sebenarnya ini adalah langkah positif, supaya jangan nanti berimplikasi kepada kegiatan teman-teman di pemeintah,” jelas politisi PDIP asal Kuta tersebut. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#DPRD BADUNG #rapat paripurna #ranperda