Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perumda Pasar Sewakadarma Bakal Batasi Pedagang Buang Sampah: Sisa Sayur Dibawa Pulang

Putu Resa Kertawedangga • Sabtu, 13 Desember 2025 | 17:41 WIB

Sejumlah truk sampah yang terparkir di area Pasar Badung akibat kondisi TPA Suwung, Jumat (12/12).
Sejumlah truk sampah yang terparkir di area Pasar Badung akibat kondisi TPA Suwung, Jumat (12/12).

BALIEXPRESS.ID - Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar diperkirakan akan mengalami kesulitan dalam mengolah sampahnya jika TPA Suwung ditutup.

Hal ini lantaran setiap harinya dari 16 pasar, dihasilkan 15 ton sampah per hari.

Untuk itu Perumda Pasar pun berencana membati pedagang untuk membuang sampah.

Baca Juga: AHM Bekali Ribuan Pelajar SMK dengan Teknologi Honda Terbaru

Selain itu, temuan di Pasar Badung, terparkir sejumlah truk sampah sejak beberapa hari.

Hal ini pun menyebabkan para pedagang di pelataran pasar kesulitan berjualan pada malam hari.

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata mengatakan, kondisi ini terjadi lantaran akses menuju TPA Suwung yang tidak menentu.

Baca Juga: INSTIKI di Garda Depan Inovasi Budaya Digital, Nusaheritage.id Raih Juara Nasional dan Dukungan Wamenbud RI

Terlebih seting terjadi perbaikan jalan dan kondisi yang labil.

“Beberapa hari lalu sempat lancar, sekarang tidak jalan lagi. Ada perbaikan jalan ke TPA yang membuat pelayanan tersendat,” ujar pria yang akrab disapa Gus Kowi.

Pihaknya menyebutkan, mulai menyiapkan kebijakan pembatasan sampah dari pedagang.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Beruntun Libatkan Lima Kendaraan di Mendoyo Jembrana

Terlebih dari 16 pasar yang dikelola dalam seharinya menghasilkan 15 ton sampah.

Perumda pun tidak mampu mengolah secara mandiri jika TPA Suwung ditutup pada 23 Desember 2025.

“Di Perumda saya upayakan teba modern, tapi pasti ada sisa. Kami tidak bisa memproses semua sampah dengan cepat. Ke depan kemungkinan pedagang akan dibatasi membawa sampah ke pasar,” ungkapnya.

Terkait pembatasan tersebut, Gus Kowi mencontohkan, pedagang sayur diminta membawa pulang kembali bagian sayuran yang tidak layak jual.

Hal ini pun diharapkan dapat mengurangi sampah di lingkungan pasar.

“Yang dibawa hanya yang fresh. Pedagang bermobil juga diarahkan agar tidak membawa sampah ke pasar,” jelasnya.

Disisi lain, pihaknya juga menghitung kebutuhan lahan untuk pembangunan teba modern di tiap pasar.

Meski demikian, ia mengaku akan tetap ada sisa sampah yang perlu dicarikan solusi.

“Pasti ada sisa. Dan sisa itu dibawa ke mana, sedang kami kaji,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#TPA Suwung #Perumda Pasar Sewakadarma #sampah