BALIEXPRESS.ID – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali mendorong transformasi UMKM agar naik kelas menuju skala korporasi melalui pemanfaatan venture capital dan private equity.
Upaya tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk Transformasi UMKM Menuju Skala Korporasi Melalui Venture Capital & Private Equity yang digelar di Tuban, Badung, Sabtu (7/2).
Dalam kegiatan tersebut, HIPMI Bali sekaligus menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT JNE dan Jamkrida Bali sebagai bentuk penguatan ekosistem UMKM, khususnya di sektor logistik dan pembiayaan.
Ketua HIPMI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih atau Ajus Linggih, mengatakan kerja sama dengan JNE menjadi penting di tengah berkembangnya bisnis berbasis digital dan e-commerce.
“Iya, MOU hari ini dengan JNE dan Jamkrida. Dengan JNE itu kita menjalin hubungan baik karena biar bagaimanapun hampir setiap bisnis itu memerlukan yang namanya logistik. Apalagi sekarang era e-commerce itu sangat mempengaruhi pasar sehingga kita perlu untuk bekerja sama dengan salah satu perusahaan logistik yang terbesar di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Ajus, meski kerja sama tersebut tidak secara langsung memberikan potongan harga khusus, keberadaan JNE tetap berdampak pada peningkatan daya saing produk UMKM Bali.
“Dengan adanya potongan harga di logistik itu justru akan menambah daya kompetisi kita terhadap produk-produk luar,” katanya.
Sementara itu, kerja sama dengan Jamkrida dinilai krusial dalam membantu UMKM yang belum bankable untuk mengakses pembiayaan perbankan.
Baca Juga: Nelayan Karangasem Dilaporkan Hilang saat Melaut, Tim SAR Terkendala Cuaca
“Untuk Jamkrida sendiri kami memang bekerja sama dengan erat bahkan sebelum MOU ini terjadi karena Jamkrida membantu UMKM yang belum bankable untuk memperoleh kredit di bank sehingga keberadaan Jamkrida ini sangat krusial bagi UMKM Bali, bagi UMKM yang baru untuk mendapatkan akses keuangan. Nah, hari ini kami kukuhkanlah semacam seperti itu hubungan dengan Jamkrida,” jelasnya.
Ajus juga mengungkapkan pertumbuhan keanggotaan HIPMI Bali yang terus meningkat.
Saat ini jumlah anggota telah menembus lebih dari 800 orang.
“Saat ini yang terdaftar itu 800-an. Jadi terwaktu awal saya menjabat itu di 700. Nah, sekarang di 2025 kemarin kami berhasil merekrut lebih dari 100, 119 orang,” ungkapnya.
Selain penandatanganan MoU, seminar tersebut juga menghadirkan Pengusaha sekaligus Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI 2020–2024, Sandiaga Uno, dalam sesi talk show.
Ajus menilai kehadiran Sandiaga penting untuk memberikan perspektif peningkatan kelas usaha.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Alokasi Pupuk Subsidi 2026 untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Ia menekankan pentingnya mendorong UMKM yang sudah mapan agar naik kelas sehingga tidak terus bersaing di segmen yang sama.
“Jadi kalau terus menambah UMKM tanpa meningkatkan UMKM yang lama, UMKM itu akan berkompetisi di kolam yang sama sehingga penambahan itu bisa juga mengorbankan yang lama, nah sehingga perlu ada peningkatan kelas dari UMKM yang sudah cukup lama dan establish sehingga bisa naik kelas menjadi perusahaan besar,” katanya.
Sementara itu, Sandiaga Uno mengapresiasi langkah HIPMI Bali dalam mendorong UMKM naik kelas dan memperkuat ekosistem usaha.
“Ajus Linggih ini kebetulan sudah seperti adik sendiri ya. Karena beliau juga memiliki suatu konsen yang sama yaitu bagaimana UMKM kita scale up, naik kelas itu scale up,” ujar Sandiaga.
Baca Juga: Mengenal Kerajinan Keramik Pejaten Tabanan, Pemenang Lomba Desa Ekspor yang Tembus Eropa
Ia menilai peningkatan skala usaha UMKM penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Bali.
“Dan ini memang dibutuhkan untuk menciptakan gerak ekonomi, peluang usaha, dan lapangan kerja. Kita harus mampu untuk menghadirkan kebijakan yang tepat sebagai pemilik usaha. Pemerintah juga harus mendukung,” katanya.
Menurut Sandiaga, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar ratusan ribu UMKM di Bali dapat berkembang ke level global.
“Stakeholder lainnya juga harus bergabung agar 400.000 UMKM di Bali ini bisa naik kelas menjadi perusahaan yang besar dan siap untuk global. Ini yang saya tadi sempat sampai saya sampaikan. Banyak perusahaan ini. Bali sudah go global, tinggal diperbanyak dan skalanya diperbesar,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga juga menyoroti pentingnya kesiapan pendanaan, termasuk melalui skema venture capital, private equity, hingga pasar modal.
“Jadi tadi kita banyak menyoroti dari segi pendanaan. Pendanaannya harus siap. Kita sekarang lagi mengulik konsep Venture Capital dan Private Equity. Dan nanti akhirnya saya ingin berkolaborasi juga untuk membawa usaha-usaha anggota HIPMI Bali untuk IPO di Bursa Efek Indonesia,” katanya.
Ia menilai antusiasme dan dukungan ekosistem menunjukkan UMKM Bali siap untuk naik kelas ke level yang lebih tinggi.
“Saya melihat dari antusiasme dari dukungan ekosistem UMKM Bali siap,” pungkasnya.(ika)
Editor : Rika Riyanti