Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Selamat Jalan Rencana! Istri Sempat Larang Mancing ke Danau Batur Kintamani

I Wayan Adi Prabawa • Selasa, 10 Februari 2026 | 09:12 WIB
Suasana pengabenan I Wayan Rencana di Krematorium Pitra Puja, Banjar Dinas Pau, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Senin (9/2/2026).
Suasana pengabenan I Wayan Rencana di Krematorium Pitra Puja, Banjar Dinas Pau, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Senin (9/2/2026).

BALIEXPRESS.ID - Isak tangis mengiringi prosesi Pitra Yadnya atau pengabenan I Wayan Rencana di Krematorium Pitra Puja, Banjar Dinas Pau, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Senin (9/2/2026).

Pria asal Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan ini meninggal dunia akibat tersambar petir saat melakukan aktivitas memancing di kawasan Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli sehari sebelumnya.

Masyarakat Banjar Dinas Nyanglan Kelod, Desa Nyanglan, berdatangan ke Krematorium Pitra Puja.

Tak sedikit pelayat meneteskan air mata dalam suasana berduka tersebut.

Rencana dikenal sebagai sosok orang baik dan pendiam. Semasa hidupnya, pria yang memiliki dua orang anak itu sangat aktif di masyarakat, terutama ketika terdapat suatu kegiatan adat.

Ayah mendiang, Nengah Gungsur merasa sangat kehilangan sosok putranya tersebut.

Ia mengenang, Rencana memang memiliki hobi mancing sejak masih belum berkeluarga.

Ketika sudah memiliki anak, aktivitas tersebut kerap kali dilakukan. "Biasanya kalau tidak bekerja pasti pergi mancing," ujarnya.

Sebelum berangkat ke lokasi mancing, istri pria yang bekerja di tempat produksi kacang itu disebut sempat melarangnya untuk pergi.

Namun, permintaan tersebut tidak dihiraukan olehnya. "Karena hujan-hujan, istrinya sempat melarangnya untuk pergi mancing," tandasnya.

Terlebih lagi, beberapa hari sebelum insiden yang menimpanya tersebut sempat terdapat firasat yang kurang baik.

Sang istri diakui sempat mimpi buang air besar, yang membuat keluarga tersebut menjadi kepikiran akan terjadi musibah.

"Sudah sempat dilarang, tetapi dia beralasan karena libur," tambah pria 60 tahun itu.

Sementara itu, kakak sepupu korban, Nengah Darmayasa mengaku sangat syok ketika mendapat kabar tersebut.

Ia yang dihubungi oleh rekan mancing korban sempat kehilangan kontak, karena seluruh handphone yang dibawa ke Danau Batur mengalami kerusakan.

"Kemudian saya cari informasi dari teman-teman di sana, baru kemudian ke lokasi," imbuhnya.

Sesampainya di TKP, korban didapati sudah tidak bernyawa. Jenazah kemudian dititipkan ke RSUD Klungkung sebelum prosesi Pitra Yadnya dilaksanakan.

"Kami memilih untuk langsung melaksanakan prosesi Pitra Yadnya karena keluarga kami (yang sudah meninggal) sudah semua prosesinya sudah tuntas," tandasnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#Danau Batur #Kintamani #tersambar petir #klungkung