BALIEXPRESS.ID - Bank Indonesia (BI) mencatat adanya perlambatan pertumbuhan harga properti komersial di Provinsi Bali.
Hal tersebut terungkap dalam rilis Hasil Perkembangan Properti Komersial (PPKom) Bank Indonesia Bali.
Berdasarkan laporan PPKom, Indeks Harga Properti Komersial (IHPK) Provinsi Bali pada triwulan IV 2025 tercatat tumbuh sebesar 0,68 persen secara tahunan (yoy).
Baca Juga: Penutupan TPA Suwung 1 Maret Masih Wacana, KLH Bali: Belum Ada Keputusan Tertulis dari Menteri
Angka ini lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 3,56 persen (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menjelaskan bahwa pertumbuhan harga secara tahunan masih ditopang oleh beberapa segmen, yakni perkantoran sewa yang tumbuh 5,93 persen (yoy), ritel sewa 0,51 persen (yoy), serta hotel sebesar 0,68 persen (yoy).
“Secara kuartalan, harga properti komersial di Bali melemah pada triwulan IV 2025 dengan pertumbuhan yang terkontraksi sebesar -3,16% (qtq). Penurunan harga beriringan dengan koreksi harga oleh pelaku usaha perhotelan agar tetap kompetitif di tengah melandainya permintaan,” katanya, Rabu (11/2).
Penurunan permintaan juga tercermin dari Indeks Permintaan Properti Komersial Provinsi Bali pada triwulan IV 2025 yang menyusut 4,80 persen (yoy).
Baca Juga: Bank BPD Bali Serahkan Dividen Rp 826,10 Miliar, Untuk Pembangunan Daerah dan Penguatan Ekonomi
Kondisi ini dipicu oleh turunnya permintaan pada segmen perkantoran sewa sebesar 5,98 persen (yoy) dan hotel sebesar 6,71 persen (yoy).
Untuk segmen perkantoran sewa, responden menyampaikan bahwa penurunan terjadi akibat perubahan preferensi masyarakat dalam bekerja, dari kantor konvensional menuju co-working space.
Sementara itu, pada segmen hotel, melemahnya permintaan terutama berasal dari wisatawan mancanegara.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh semakin banyaknya alternatif akomodasi seperti vila, apartemen, maupun properti sewa lainnya.
Situasi ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali yang menunjukkan adanya penurunan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang dan non-berbintang pada November dan Desember 2025.
Di tengah perlambatan permintaan, sisi pasokan properti komersial di Bali pada triwulan IV 2025 tetap menunjukkan kinerja positif.
Indeks Pasokan Properti Komersial tercatat tumbuh 0,69 persen (yoy), didorong oleh kenaikan pasokan pada segmen apartemen sewa sebesar 13,07 persen (yoy) dan hotel sebesar 0,77 persen (yoy).
Capaian ini membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi 0,07 persen (yoy).
“Sebagai upaya untuk mendukung pertumbuhan properti yang berkualitas, Bank Indonesia senantiasa mendorong pembiayaan perbankan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Dengan demikian, pasokan dan permintaan properti dapat terjaga sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” jelasnya.(***)
Editor : Rika Riyanti