BALIEXPRESS.ID - Pemerintah Kota Denpasar melakukan sejumlah upaya untuk menanggulangi permasalahan sampah di wilayahnya.
Upaya yang dilakukan menambah Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R), Tabung komposter, dan lainnya.
Hal ini dilakukan untuk penanganan sebelum beroperasinya Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di kawasan Pelindo.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, sebelum PSEL beroperasi Pemkot Denpasar tetap akan berupaya maksimal dalam menangani sampah.
Upaya ini dilakukan dengan memperbanyak TPS3R, menambah tabung komposter, teba vertikal, dan bag composter.
“Kami akan menambah tabung komposter menjadi 176.000,” ujar Jaya Negara saat ditemui Selasa (10/2).
Selain itu, Pihaknya mengaku, juga akan mengoperasikan mesin pengolah sampah di TPST yang telah dimiliki.
Mesin tersebut akan dimaksimalkan dalam mengolah sampah sebelum nantinya PSEL beroperasi.
Bahkan mesin yang digunakan dapat mengolah 100-200 ton sampah.
“Di tiga TPST kami sudah memiliki mesinnya, di Kertalangu, Tahura 1, Tahura 2, dan di Padangsambian kan sudah beroperasi,” ungkapnya.
Sedangkan untuk PSEL, Jaya Negara menerangkan, Pemkot Denpasar telah menyiapkan lahan seluas 5 hektar.
Lahan tersebut berada di kawasan Pelindo yang telah dikerjasamakan dengan tujuan awal untuk UMKM center dan hotel.
Namun melihat penanganan sampah lebih urgen maka lahan tersebut akan digunakan membangun PSEL.
“Kota Denpasar sudah menyetujui tanah yang 5 hektare itu dimanfaatkan ke PSEL, dan Pelindo pun sudah setuju,” paparnya.
Nantinya saat beroperasi, Kota Denpasar akan mengirimkan 800 ton sampah setiap harinya.
Namun volumenya masih belum tercukupi, untuk itu dikerjasamakan dengan Pemkab Badung untuk mengirim sampahnya ke PSEL.
“Tugas kami di Kota Denpasar, itu mempersiapkan lahan 5 hektar dan sampah 1.200 ton per hari. makanya kami bekerjasama dengan Badung,” jelasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga