BALIEXPRESS.ID – Sebuah pohon beringin berusia ratusan tahun di kawasan Puri Kantor Ubud, Kabupaten Gianyar, tumbang pada Minggu (15/2) sekitar pukul 16.40 wita. Pohon dengan tinggi diperkirakan mencapai 40 meter itu roboh dan menimpa sejumlah bangunan usaha, fasilitas umum, serta kendaraan yang terparkir di sepanjang Jalan Raya Suweta.
Peristiwa tersebut sontak memicu kepanikan warga dan wisatawan yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi. Tumbangnya pohon besar itu diduga dipicu cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda kawasan Ubud sore itu. Selain faktor cuaca, kondisi batang pohon yang sudah lapuk akibat usia tua juga disebut menjadi salah satu penyebab robohnya pohon yang selama ini dikenal sebagai ikon di kawasan puri tersebut.
Suara gemuruh keras saat pohon ambruk membuat warga dan wisatawan berlarian menyelamatkan diri. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kepanikan sempat terjadi karena pohon tumbang di area yang cukup padat aktivitas.
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, memastikan situasi segera ditangani aparat gabungan. “Dengan adanya musibah ini, sementara dapat kami pastikan tidak ada korban jiwa. Ada dua kendaraan yang tertimpa dan sudah diamankan. Saat ini BPBD bersama TNI, Polri, dan masyarakat bersinergi melakukan pembersihan puing-puing di lokasi,” ujarnya.
Kerusakan yang ditimbulkan terbilang cukup luas. Pohon tumbang menimpa restoran, kafe, minimarket, money changer, hingga pos keamanan di sekitar Jalan Raya Suweta. Selain itu, sejumlah bagian Puri Kantor Ubud seperti tembok penyengker, angkul-angkul, bangunan parkir, bangunan depan puri, serta balai kulkul dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius.
Tidak hanya merusak bangunan, pohon beringin tersebut juga menimpa tiang dan kabel listrik milik PLN sehingga menyebabkan gangguan aliran listrik di beberapa titik wilayah Ubud. Dua unit mobil mengalami kerusakan, yakni Daihatsu Terios dengan kaca depan pecah dan Toyota Avanza yang ringsek pada bagian depan. Sejumlah sepeda motor yang berada di sekitar lokasi juga ikut terdampak.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, menyampaikan proses evakuasi masih berlangsung hingga malam hari karena besarnya volume batang dan ranting pohon yang harus dipotong dan dipindahkan secara bertahap. "Masih proses penanganan karena volume (pohon, red) besar, " jelasnya.
Hingga pukul 18.10 wita, tim gabungan dari BPBD, kepolisian, TNI, pihak PLN, dan masyarakat masih bekerja di lokasi. Akses Jalan Raya Suweta ditutup sementara dan arus lalu lintas dialihkan. *
Editor : Putu Agus Adegrantika