BALIEXPRESS.ID - Komisi IV DPRD Badung, Senin (23/2) menggelar rapat dengan Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung.
Rapat ini digelar terkait persiapan Badung Caka Fest yang akan berlangsung 6-8 Maret 2026 di area Puspem Badung.
Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Made Suwardana didampingi anggota komisi I Gede Suraharja, Wayan Joni Pargawa dan Luh Putu Sekarini.
Made Suwardana mengatakan, rapat dilakukan terkait persiapan Badung Caka Fest yang akan digelar oleh Dinas Kebudayaan.
Salah satu kegiatan di dalamnya adalah lomba ogoh-ogoh se-Kabupaten Badung.
“Rapat kerja hari ini sebagai evaluasi dari kegiatan tahun lalu. Kita tentu merasa khawatir kejadian seperti itu terulang kembali yang dihujani berbagai protes. Jadi, kita mengantisipasi kejadian-kejadian seperti itu tidak terulang kembali,” ujar Suwardana usai rapat.
Pihaknya pun meminta, Disbud Badung mengantisipasi berbagai hal agar tidak menimbulkan kekecewaan masyarakat.
Terutama dalam hal kemacetan yang sempat terjadi sebelumnya dan pementasan agar dipersiapkan dengan matang.
"Saat pementasan tentu saja pasti melibatkan banyak orang, kita antisipasi itu agar tidak terjadi keributan dan juga saat penilaian. Agar para peserta merasa diperlakukan dengan adil, mendapat hak yang sama dan juga perasaan nyaman,” terang politisi asal Desa Kapal tersebut.
Wayan Joni Pargawa menambahkan, agar pemasangan tenda untuk peserta lomba ogoh-ogoh juga menjadi perhatian Disbud Badung.
Ia meminta Disbud Badung mempersiapkan tenda yang lebih kokoh dan lebih proper.
“Apalagi sekarang masih musim hujan. Jangan sampai seperti tahun lalu. Kita sampai dihujat di sosmed karena masalah tenda. Tahun ini tolong dipersiapkan tenda yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha menyatakan, tahun ini lebih mencermati dan menyempurnakan kriteria lomba di tingkat zona dan kabupaten.
Pada tingkat kabupaten, pihaknya akan memisahkan persentase antara fisik ogoh-ogoh dan fragmennya.
“Kita tetapkan 75 persen untuk ogoh-ogoh dan 25 persen untuk fragmennya. Kemudian jurinya juga sudah kita tetapkan di awal 5 untuk juri lomba gogoh dan 2 untuk juri lomba fragmen tari,” paparnya.
Menurutnya, tahun 2026 ini kreativitas sekaa teruna dan yowana jauh lebih meningkat.
Bahkan dari 597 sekaa teruna dan yowana sebanyak 425 ogoh-ogoh dapat diselesaikan sebelum penilaian. Sedangkan tahun 2025 lalu hanya 300an ogoh-ogoh yang tuntas saat penilaian zona.
“Jadi dalam pengertian ini sudah selesai keseluruhnya, termasuk aksesoris dan ditunjukkan dengan termasuk sinopsis dan sebagainya. Namun, di luar itu juga sebenarnya banyak yang sudah selesai tetapi belum tuntas seperti aksesorisnya, sinopsis dan lain-lain,” ungkapnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga