BALIEXPRESS.ID – Pagelaran Singgasana Seni Bung Karno berlangsung meriah di Bali Beach Convention Center, Sanur, Sabtu (28/2).
Kegiatan yang digagas Rumah Kreativitas Mahagaya Pagelaran Persona (MPP) ini memadukan fashion show, pertunjukan musik, pameran IKM produk lokal Bali, hingga bazar kuliner UMKM dalam satu panggung kebudayaan dan ekonomi kerakyatan.
Acara tersebut dihadiri langsung Mantan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Turut hadir Prananda Prabowo, Gubernur Bali Wayan Koster, serta Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.
Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Bali juga tampak memenuhi arena kegiatan.
Dari sisi hiburan, panggung Singgasana Seni Bung Karno dimeriahkan penampilan penyanyi nasional Once Mekel dan Krisdayanti.
Nuansa etnik Bali semakin terasa dengan alunan musik khas dari Gus Teja yang memukau para undangan.
Sebanyak 200 pengrajin terlibat dalam MPP. Ajang ini diramaikan 70 UMKM, termasuk 22 pelaku kuliner.
Penyelenggara menargetkan nilai transaksi mencapai Rp 2,5 miliar dalam satu hari pelaksanaan.
Pembimbing Rumah Kreativitas Mahagaya Pagelaran Persona (MPP), Nancy Prananda, menyebut pagelaran ini menjadi ruang kreatif berkelanjutan bagi generasi muda.
Menurutnya, acara tersebut merupakan yang pertama kali digelar dan Bali dipilih sebagai titik awal.
“Acara ini, iya. Pertama kali sih, iya. Jadi pertama memang kita buat di Bali,” katanya.
Ketua Pelaksana MPP, Diah Safira Prananda, mengungkapkan tema fashion show kali ini terinspirasi dari Tat Twam Asi dan penghormatan terhadap kehidupan.
“Iya, benar. Jadi kita inspirasinya dari Tat Twam Asi, penghormatan terhadap hidup. Makanya kebanyakan motif-motif yang kita ini kita keluarinnya tuh flora dan fauna gitu. Dengan warna-warna pastel,” jelasnya.
Baca Juga: Tiga Kali Tawar Tak Sepakat, Pelaku Nekat Curi Sapi Jantan Milik Warga Karangasem
Menurut Safira, seluruh koleksi yang ditampilkan merupakan karya desainer lokal dengan sentuhan kain tradisional Bali.
“Desainer lokal. Untuk baju yang koleksi Singgasana Seni, kita sendiri yang desain dan produksi. Tapi menggunakan kain seperti tenun atau endek dari Bali. Jadi emang temanya karena kita ngadain di Bali, kita juga ngambil inspirasi dari lokal-lokal di Bali. Contoh dari rambut yang kita ambil juga rambut kepang panjang, itu inspirasi dari perempuan-perempuan modern di Bali,” paparnya.
Total terdapat 20 busana yang dirancang khusus untuk pagelaran ini.
“Untuk di acara ini, total yang kita desain ada 20. 20 baju, 10 pria, 10 perempuan. Tapi untuk koleksi sebelumnya ada yang di belakang sini, itu koleksi dari ultah partai yang kita adain waktu itu. Jadi ini emang beda koleksi, tapi kita juga bawa ke sini untuk bisa pada lihat. Ini juga menggunakan kain seperti ecoprint yang dari UMKM-UMKM binaan MPP,” ujarnya.
Baca Juga: Truk Boks Terperosok ke Jurang di Jembatan Tukad Timbul Karangasem, Tiga Orang Luka-luka
Safira menegaskan, MPP juga menjadi platform pemberdayaan UMKM.
“Iya benar, karena banyak UMKM-UMKM yang kita bina di dalam MPP gitu. Lebih dari 100,” katanya.
“Iya, jadi MPP kita jadiin platform untuk UMKM-UMKM bisa berkembang.”
Ia menambahkan, MPP baru berdiri pada Januari tahun ini.
“Januari. Ada beberapa arti dari MPP. Jadi MPP berbeda-beda. Kalau MPP ini sendiri Mahagaya Pagelaran Persona. Ini baru dari Januari,” ucapnya.
Terkait inspirasi berkesenian, Safira mengaku lebih banyak terinspirasi dari sosok sang Eyang (Bung Karno).
“Dorongan sih enggak, lebih terinspirasi dari Eyang aja sih gitu,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyebut pagelaran ini menjadi momentum mengenalkan sisi seni Bung Karno kepada publik.
Baca Juga: Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan di Canggu Dilaporkan ke Polda Bali, Penyelidikan Alami Kendala
“Ini dalam rangka mengenalkan kepada publik mengenai figur seninya Bung Karno. Tidak saja sebagai Presiden pertama, Proklamator, dan juga Bapak Bangsa, tapi Bung Karno memiliki sisi-sisi lain yaitu kecintaan dan kepedulian kepada seni yang sangat kuat gitu. Itulah yang dituangkan dalam satu karya seni Singgasana Seni Bung Karno oleh cucunya, yaitu Bapak Mas Prananda Prabowo,” ujarnya.
Menurut Koster, ide kegiatan ini datang dari Prananda Prabowo. Ia menambahkan bahwa pagelaran ini akan berlanjut ke sejumlah kota.
“Ini kan baru pertama nih. Ya... ini akan berlanjut. Jadi yang pertama ini akan dijadikan sebagai satu titik tolak untuk melakukan evaluasi kekurangannya, dan nanti untuk pagelaran berikut akan dilaksanakan di Surabaya, di Jogja, di Bandung, dan di Jakarta. Tapi Bali yang pertama, jadi untuk mencari standar pagelaran gitu,” jelasnya.
Mengenai sisi seni Bung Karno yang ingin ditonjolkan, Koster menyebut kemampuan sang Proklamator dalam bidang seni.
“Ya ternyata beliau melukis juga, menciptakan puisi juga, itu luar biasa,” katanya.(***)
Editor : Rika Riyanti