Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Padmasana Pura Agung Amerta Bhuana Batam Tertinggi di Indonesia

I Putu Suyatra • Senin, 25 November 2019 | 01:54 WIB
Padmasana Pura Agung Amerta Bhuana Batam Tertinggi di Indonesia
Padmasana Pura Agung Amerta Bhuana Batam Tertinggi di Indonesia


BATAM, BALI EXPRESS - Berkunjung ke kota Batam, terdapat Pura Agung Amerta Bhuana memiliki Padmasana tertinggi di Indonesia dengan tinggi 13 meter atau 28 meter diatas permukaan laut. Pura yang terletak  di jalan Gajah Mada No 3, Sei Ladi, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau ini merupakan pura yang terbesar di Batam.


 


Pura yang dibangun dilahan seluas 2 hektar ini mulai dibangun di tahun 1999 yang dikerjakan selama 5 tahun dan diresmikan di tahun 2004 oleh menteri Agama saat itu yakni Prof. Dr. Said Agil Husin Al Munawar.


 


Ketua Badan Otorita Pura, I Gusti Ngurah Brunayasa saat diwawancara, sabtu (23/11) menjelaskan di Batam sendiri sebelum dibangunnya pura ini, telah ada dua buah pura yakni Pura Satya Dharma dan Pura Sekupang. "Pura ini diresmikan tanggal 16 Juni 2004 oleh Menteri Agama saat itu," ujar Ngurah Bruna.


 


Ngurah Bruna menambahkan, jumlah pengempon pura sebanyak 900 orang. Rata-rata pengempon ini dulunya adalah orang Bali, Lombok, Jawa, Lampung, maupun Palembang.


 


"Kebanyakan mereka bekerja sebagai karyawan perusahaan, ada juga ASN, Polri, maupun TNI," ujar pria yang aslinya berasal dari Pengastulan, Singaraja ini.


 


Adapun bangunan yang ada di sini yakni Gedong, Padmasana, Taksu, Taman Ayu, juga ada Pasraman.


 


Menurut salah satu pemangku di pura ini, Putu Satria Yasa bangunan Gedong yang ada di Pura ini menyungsung Ratu Gede Banaspati di Pura Dalem Ped. "Kami ada bangunan Gedong yang merupakan penyungsungan Ratu Gede Banaspati Pura Dalem Ped," ujar Mangku Satria


 


Untuk pelaksanaan odalan di pura ini dilaksanakan pada Rahina Purnama Sasih Kelima pada 12 November 2019 lalu yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Tulikub dari Griya Muncan Karangasem.


 


Di Pura ini, setiap hari Minggu pukul 09.00 - 13.00 juga ada kegiatan pasraman bagi siswa dari PAUD hingga SMA. "Sampai saat ini pasraman ini telah memiliki murid sebanyak 283 orang. Pasraman ini sudah ada sejak 1995 yang awalnya dilakukan di Pura Satya Dharma," ujarnya.


 


Di pasraman inilah siswa belajar Agama Hindu. Hal ini dikarenakan di sekolah tak ada pelajaran Agama Hindu karena jumlah siswa beragama Hindu di sekolah tersebar dengan jumlah sedikit.


 


"Di satu sekolah hanya ada 5 siswa, itupun tingkatan kelas mereka beda sehingga sulit. Kalau misalkan ada 20 orang masih bisalah," katanya.


 


Selain itu, jumlah guru agama hindu tetap dari Kemenag hanya satu orang. Pihaknya menyebutkan idealnya harus ada tiga guru yang memang khusus mengajar Agama Hindu.


 


Namun untuk mengajar di pasraman ini, guru agama yang bernama Made Karmawan dibantu 7 orang sukarelawan. "Kami berharap ada tambahan guru. Namun dari Kanwil bilang memang kuotanya memang cukup satu mengingat jumlah siswa sedikit," terangnya.

Editor : I Putu Suyatra
#hindu #pura #sejarah pura