Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Unik!! Ritual di Sidatapa dipuput oleh perempuan yang bergelar Jero Balian Gede

I Putu Mardika • Selasa, 11 Juni 2024 | 00:38 WIB

Kelian Adat Sidatapa, Putu Kasma
Kelian Adat Sidatapa, Putu Kasma
BALI EXPRESS.ID-Desa Adat Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali merupakan Desa Bali Aga. Di Desa  ini, pemimpin upacara tertinggi adalah Jero Balian Gede. Uniknya, jabatan ini selalu dan harus dijabat oleh perempuan.

Sebagai desa Bali Aga tentu berbeda dengan Hindu Bali pada umumnya. Jika di Bali Dataran umat Hindu yang memiliki ritual dipuput oleh sulinggih, maka berebeda di Desa Sidatapa yang dipuput oleh Jero Balian Gede.

Kelian Adat Sidatapa, Putu Kasma menjelaskan, ada tiga balian di desanya, yaitu Jero Balian Gede, Balian Penyanding (Alit), dan Balian Pengesekan Lis. Ketiga posisi atau jabatan ini dipegang oleh perempuan, tidak ada laki-laki.

Dikatakan Kasma, Jero Balian Gede sekarang ini adalah Luh Karsi, alamat Banjar Delod Pura Desa Sidatapa.

Beliau dinobatkan sebagai Jero Balian Gede pada Wrespati Paing Purnama Sasih Kedasa, 17 Maret 2022 lalu. Posisi sebagai Jero Balian dipegang seumur hidup.

Baca Juga: Bikin Merinding!! Ini Makna Kemunculan Wanara Putih di Pura Geger Dalem Pemutih

Sebelum menjadi Jero Gede Balian, beliau melakukan aktivitas sebagaimana lazimnya perempuan lokal lainnya, yaitu menjadi penjual anyaman bambu di rumah, di pasar, atau keliling.

Dikatakan Kasma, proses pemilihan Jero Balian Gede adalah melalui serangkaian ritual yang sakral, dan sudah diwariskan secara turun-temurun, baik secara sekala dan niskala.

“Khusus Jero Balian Gede dan Balian Penyanding, dilaksanakan proses pemilihan secara sekala-niskala, sedangkan penunjukan Balian Pengesekan Lis hanya secara sekala, ditunjuk masyarakat berdasarkan keterampilannya membuat banten,” katanya.

Kasma menjelaskan, prosesi untuk pemilihan Jero Balian Gede diawali dengan upacara melasti (penyucian) ke areal Labuhan Aji di daerah Temukus, jaraknya sekitar 10 km dari Sidetapa.

Warga menuju dan balik dengan prosesi jalan kaki. Upacara ini adalah memohon tirta air suci dan permakluman kepada Dewa Iswara (arah posisi Timur) dan Dewa Baruna (penguasa samudera).

Usai melasti ke Timur, dilakukan ke arah Barat yaitu Kedokan Kayumas, jaraknya sekitar 3 km ke arah Barat desa.

Tujuannya sama untuk penyucian menjelang pelaksanaan pemilihan secara niskala Jero Balian Gede.

Selama proses prosesi melasti ini, biasanya terbaca atau muncul tanda-tanda siapa orang yang akan ‘ditunjuk dewa’ (niskala), seperti orang yang kesurupan.

Tidak selalu orang yang kesurupan adalah orang yang akan tertunjuk. 

“Yang ditunjuk mesti memenuhi berbagai syarat, termasuk dan terutama seorang perempuan balu (suami meninggal),” paparnya.

Setelah dua prosesi melasti, acara ritual dilanjutkan dengan upacara sembahyang ketur bersama di Bale Agung pura setempat.

Baca Juga: Belajar Jadi Pemimpin, Layak Nangkil ke Pura Gunung Payung di Kutuh

Dalam acara ini, warga laki dan perempuan ikut, dan saat itulah terpilih secara spiritual orang yang tepat menjadi Jero Balian.

Proses itu biasanya mencakup orang kesurupan dan kemampuannya untuk menjawab atau menunjuk atau mengambil piranti ritual seperti tombak atau piranti spiritual dewa di pura.

Dalam proses yang berjalan awal 2021 itulah, terpilih secara spiritual Luh Karsi sebagai Jero Balian Gede.

Setelah proses pelantikan, dia disapa dengan panggilan mulia Jero Balian. Upacara terakhir adalah ngadengan (penobatan secara adat) dilaksanakan di bale adat yang dikenal dengan Bale

Gajah Tumpang Salu (rumah tradisional Sidetapa yang besar dan terbagi menjadi tiga mandala).

Setelah dinobatkan sebagai Jero Balian Gede, beliau lalu mempelajari berbagai hal tentang ritual, sesajen, dan hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan ritual.

Hal ini biasanya dapat dilakukan dengan cepat karena keyakinan pasti dibimbing oleh para dewa yang memilihnya.

“Nantinya, Jero Balian Gede bertugas untuk memimpin upacara-upacara penting di desa, seperti kremasi, upacara hari raya Galungan dan Kuningan,” singkat Kasma. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #sidatapa #bali aga #Jero Balian Gede #hindu bali #Banjar #hindu #perempuan #buleleng