NEGARA, BALI EXPRESS - Petugas gabungan dari Diskoperindag Jembrana, Polres Jembrana dan BPOM Loka Buleleng melakukan pemantauan sembako di Pasar Umum Negara, Jumat (20/12). Kegiatan ini guna memastikan stok dan harga sembako jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru aman dan terkendali.
Dari pemantauan Jumat pagi, petugas menjamin ketersediaan stok sembako aman meski beberapa komoditas sudah mulai mengalami kenaikan harga. Seperti harga bawang merah yang naik Rp 3 ribu sejak lima hari terakhir menjadi Rp 28 ribu per kilogram. Sementara untuk harga bawang putih per kilogramnya masih stabil di harga Rp 24 ribu.
Selain bawang merah, harga cabai merah juga mengalami kenaikan. Untuk cabai merah besar naik Rp 6 ribu menjadi Rp 24 ribu per kilogram. Sedangkan cabai merah kecil naik sebesar Rp 4 ribu per kilogram menjadi Rp 35 ribu per kilogramnya. Hal yang sama juga terjadi pada harga telur yang mengalami kenaikan Rp 50 menjadi Rp 1.300 per butir.
“Yang naik itu kebutuhan sehari-hari seperti cabai besar dan kecil, bawang merah dan telor ayam,” ujar Gusti Putu Adnyana, pedagang sembako di Pasar Umum Negara.
Untuk komoditas lainnya, masih menurut Adnyana, tidak ada perubahan atau kenaikan harga. Begitu juga harga beras masih dijual dengan harga normal, belum ada kenaikan. Untuk beras, lanjutnya, dijual kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogramnya, tergantung kualitas berasnya.
Sedangkan untuk harga daging sapi maupun daging ayam masih normal, yakni di kisaran Rp 120 ribu per kilogram untuk daging sapi dan Rp 35 ribu per kilogram untuk daging ayam.
Kepala Diskoperindag Jembrana, Komang Agus Adinata mengaku, meski terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditi sembako, pihaknya menjamin stok sembako di Kabupaten Jembrana masih aman.
“Untuk sembako masih aman, jadi di pasaran masih banyak stok yang ada, seperti bawang putih, bawang merah, cabai, beras dan telur secara stok aman untuk masyarakat Jembrana,” ujarnya.
Agus mengakui, beberapa komoditi sembako memang mengalami kenaikan harga. “Memang dari harga ada peningkatan seribu sampai tiga ribu untuk beberapa komoditi tertentu,” terangnya.
Untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditi sembako jelang Natal dan Tahun Baru, pihaknya akan menggelar operasi pasar dengan menggandeng instansi terkait seperti Bulog guna menstabilkan harga sembako jelang Nataru.
Editor : Nyoman Suarna