BALI EXPRESS- Penggiat media sosial, Jhon Sitorus memberikan komentarnya terkait Bantuan Sosial (Bansos) beras belum dipastikan berlanjut setelah bulan Juni.
Melalui cuitannya di akun media sosial X, Jhon mengunggah sebuah artikel pemberitaan yang berjudul “Jokowi Tidak Janji Program Bantuan Beras Diperpanjang Setelah Juni 2024”.
John Sitorus yang pada Pilpres 2024 menyatakan dukungan ke paslon nomor urut 03 itu mencurigai bahwa hal tersebut ada hubungannya dengan Pemilihan Presiden (Pilpres).
Baca Juga: Ditinggal ke Sawah, Dapur Semi Permanen Ludes Terbakar di Klungkung
Ia menegaskan, Bansos kemingkinan tidak turun karena anak Jokowi, Gibran Rakabuming berpotensi menang satu putaran di Pilpres.
“Kenapa Bansos bulan Juni tidak bisa dipastikan turun? Karena anaknya sudah memang 1 putaran,” kata Jhon dikutip dari unggahannya di X, Jumat (23/2/2024).
Menurutnya, bakal beda jika Pilpres dua putaran. Bansos pasti bakal turun secara jor-joran.
“Andai Pilpres 2 putaran, maka Bansos beras akan turun jor-joran sampai Juni, karena putaran kedua berlangsung bulan Juni,” jelasnya.
Ia menilai, selama ini Bansos telah dipolitisasi. Itulah juga kenapa kemiskinan di Indonesia tidak selesai.
“Entah sampai kapan kalian semua sadar, jika Bansos hanyalah alat untuk kampanye dan investasi politik, makanya kemiskinan ga turun-turun,” pungkasnya.
Unggahan tersebut pun banyak komentar warganet yang setuju dengan pandanganya.
“Bakalan kena interpelasi bansos, habis itu lonjakan harga beras mau cuci tangan, enak betul,” komentar warganet.
“Bansos rasa Pilpres ya hanya menjelang pencoblosan Capres. Nasib rakyat miskin hanya dimanfaatkan,” komentar warganet lain.
“Kampanye Pilpres sudah usai, bansos beras pun sudah selesai,” komentar yang lain.
Editor : Wiwin Meliana