Istilah itu mulai disiarkan warganet di media sosial, khususnya fans klub yang dikalahkan Bali United. Bukan mengada-ada, Bali United setiap laga yang dimenangi selalu disebut mengulur-ulur waktu. Seperti menjatuhkan diri dan berusaha meminta pertolongan tim medis atau fisioterapi.
Contoh kejadian saat dikalahkan Persija. Pemain Bali United sengaja mengulur waktu ketika sudah unggul 2-1. Privat Mbarga misalnya. Ketika dadanya disenggol kiper Andritany, reaksi Privat seolah-olah menderita. Bahkan petugas medis sampai ke tengah lapangan membawa tandu. Namun seketika Privat kemudian bangun seakan-akan tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
Itulah salah satu perilaku yang akhirnya Bali United mendapat julukan Guling-Guling FC. Alhasil dengan sikap seperti itu, waktu yang diberikan saat injury time pun bertambah.
Aturan FIFA terbaru menyatakan, waktu yang terbuang saat pertandingan kemudian dikalkulasikan menjadi penambahan waktu saat menit 90 berakhir. Pun terjadi saat melawan Persija, injury time akhirnya diberikan sampai 7 menit hingga akhirnya Persija mendapat gol terakhir, meskipun sebenarnya waktu menunjukkan 90+10 atau 100 menit.
Sontak media sosial Instagram Bali United diolok-olok fans rival. Bahkan fans Bali United pun ikutan geram dengan tingkah laku guling-guling di lapangan yang membuang-buang waktu tersebut.
Jurus guling guling dah gamempan di 2023, yuk ganti yuk.., tulis akun @sagala_persib. Guling guling fc kena comeback.., seloroh akun @tegargnsyh.
Makanya jgn kebanyakan ngulur waktu.. timpal akun @tamvan06042002.
Dari kejadian tersebut, harusnya tim pelatih mengevaluasi hal kecil, namun sangat berdampak besar ini. Itupun kalau Teco Cugurra dkk ngeh dan mau berbenah. Pasalnya sejak musim lalu, kejadian ini terus dilakukan sampai akhirnya karma tersebut dialami sendiri.