BALIEXPRESS.ID - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024.
Dalam rapat tersebut, perusahaan mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp2,7 triliun, atau Rp83,3 per saham.
Langkah ini mempertegas posisi keuangan perusahaan yang dinilai stabil sejak proses merger pada awal 2022.
Baca Juga: Hasil Survei; Dedi Mulyadi Raih Kepuasan Publik Tertinggi se-Pulau Jawa Hingga 94,7 Persen
Selain mencatat pembagian dividen yang konsisten, IOH menargetkan kebijakan dividen hingga 70 persen dari laba bersih pada tahun 2026.
Kebijakan ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara imbal hasil bagi pemegang saham dan investasi jangka panjang, termasuk dalam agenda transformasi teknologi.
“Seiring dengan pertumbuhan kami menjadi AI-TechCo, pembagian dividen ini menjadi bukti nyata neraca keuangan yang sehat serta komitmen memberikan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemegang saham. Hal ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham atas arah dan kemampuan tim mengeksekusi strategi yang fokus pada konsumen untuk menciptakan dampak terukur terhadap misi memberdayakan Indonesia,” kata Vikram Sinha, Presiden Direktur dan CEO IOH.
Baca Juga: Ajik Krisna, Raja Oleh-Oleh Bali yang Lahir dari Keterbatasan
Untuk mendukung arah bisnis sebagai perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI TechCo), IOH melakukan penyesuaian izin usaha sesuai klasifikasi KBLI 2020.
Penyesuaian ini membuka jalan bagi pengembangan layanan berbasis AI, Internet of Things (IoT), solusi TIK, serta layanan digital di sektor strategis seperti kesehatan dan keuangan.
Salah satu capaian penting yang diusung adalah penerapan teknologi AI-RAN secara komersial—IOH menjadi operator pertama di Asia Tenggara yang mengadopsi teknologi ini.
Baca Juga: Pecalang Sigap! Amankan Pria yang Diduga Curi Uang Turis di Pantai Bingin
Implementasi tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Nokia dan NVIDIA dalam forum Mobile World Congress 2025 di Barcelona.
AI-RAN diklaim dapat mendukung efisiensi jaringan 5G berbasis cloud dan mengurangi konsumsi daya secara signifikan.
IOH juga mendorong penerapan kecerdasan buatan dalam berbagai industri, salah satunya pertambangan, melalui kegiatan bertajuk Indonesia AI Day for Mining Industry.
Industri tersebut dinilai memiliki potensi tinggi dalam hal efisiensi dan produktivitas jika terintegrasi dengan sistem berbasis AI.
Selain agenda pembagian dividen dan arah transformasi digital, RUPST juga menyepakati sejumlah keputusan lainnya, seperti persetujuan laporan keuangan tahun 2024, penunjukan akuntan publik untuk 2025, serta penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan terkait kegiatan usaha.
Perubahan susunan manajemen juga diumumkan. Vikram Sinha tetap dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama bersama enam direktur lainnya, termasuk Lee Chi Hung dan Muhammad Buldansyah.
Di sisi komisaris, Nezar Patria kini menjabat sebagai Komisaris Utama, didampingi antara lain oleh Rudiantara, yang menempati posisi Komisaris Independen.
Masa jabatan susunan baru direksi berlaku mulai 1 Agustus 2025 hingga ditutupnya RUPST tahun 2027.(***)
Editor : Rika Riyanti