Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Eksklusif: Kuliner Ekstrem Bali yang Tersembunyi di Balik Bambu, Ulat Kelong Menguji Keberanian Lidah Anda!

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 22 Maret 2024 | 01:08 WIB
Ulat Kelong menjadi salah satu bahan kuliner ekstrem di Batukau, Tabanan, Bali.
Ulat Kelong menjadi salah satu bahan kuliner ekstrem di Batukau, Tabanan, Bali.

TABANAN, BALI EXPRESS - Di tengah lembah Batukau, Tabanan, Bali yang sunyi, tersimpan sebuah rahasia kuliner ekstrem yang menggugah selera, namun hanya sedikit yang berani mencicipinya.

Bertempat di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, masyarakat setempat telah menjadikan Ulat Kelong sebagai hidangan eksotis yang mengundang rasa penasaran.

Ulat Kelong, yang hidup di dalam bambu muda, menjadi primadona kuliner extreme dengan citarasa yang menggugah selera.

Menurut penuturan I Made Danu Tirta, seorang penduduk setempat, ulat Kelong memiliki keunikan tersendiri dengan nama latinnya, Erionota thrax.

Berbeda dari ulat lainnya, Ulat Kelong hidup di dalam bambu muda, memakan Damah Tiying serta kulit bambu yang masih muda.

Meski keberadaannya sering dianggap sebagai hama karena dapat merusak pertumbuhan bambu, namun Ulat Kelong telah menjadi bagian dari warisan budaya kuliner masyarakat pegunungan Batukau.

"Pertumbuhan yang tidak merata di beberapa ruas batang bambu muda menjadi ciri khas keberadaan Ulat Kelong," jelas Danu.

"Namun, mencari dan memasaknya bukanlah hal yang sulit," ungkapnya.

Proses memasak Ulat Kelong sendiri tergolong sederhana.

Setelah dipanaskan dalam bambu, ulat tersebut kemudian digoreng hingga kering dan disajikan dengan bumbu Basa Genep.

"Rasanya gurih, nyangluh, dan tidak ada rasa amis sedikitpun," tambah Danu, menjelaskan bahwa rasa Ulat Kelong hampir mirip dengan larva lebah yang sering dijadikan adonan Lawar Nyawan.

Tidak hanya mengundang selera, Ulat Kelong juga kaya akan kandungan protein, sama seperti ulat pohon lainnya.

Kehadirannya menjadi sebuah petualangan kuliner yang unik, menantang siapa pun yang berani menjelajahi kelezatan di balik bambu.

Dengan kelezatannya yang tersembunyi di balik bambu, Ulat Kelong telah menjadi rahasia kuliner yang patut dijaga, sementara juga menjadi daya tarik bagi para penikmat petualangan kuliner.

Semakin banyak yang mencicipi, semakin terjaga pula warisan kuliner yang berharga ini. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #keong #ulat #Ekstrem #kuliner #tabanan