Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Seragam Gratis di Badung Molor karena Data Siswa Belum Rampung

I Putu Suyatra • Selasa, 18 Juli 2017 | 16:00 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Bantuan berupa seragam gratis yang diberikan kepada siswa SD dan SMP Negeri di Badung terhambat. Pasalnya Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung belum bisa merampungkan jumlah siswa penerima. Hal ini akibat penambahan siswa baru, pasca pemberian kelonggaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).


Pada tahun anggaran 2017 ini, Pemkab Badung menyiapkan anggaran Rp 25 miliar lebih untuk pengadaan seragam sekolah siswa baru. Dengan rincian Rp 13 Miliar lebih untuk siswa SMP dan Rp 12 Miliar lebih untuk siswa SD. Menurut data yang berhasil diperoleh, jumlah siswa keseluruhan yang diterima dan dilepas saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Badung sebanyak 9385 orang dengan rincian 6799 siswa SMP Negeri dan 2586 siswa SMP Swasta. Namun, yang menerima seragam gratis ini adalah siswa yang sekolah di negeri saja.


Permasalahan ini pun membuat orang tua siswa mengalami dilema. “Sekarang karena terlambat kan terpaksa beli yang baru dulu, masak anak saya sudah SMP pake seragam SD lagi, kan tidak cocok,” ucap salah satu orang tua siswa yang namanya enggan dipublikasikan.


Kepala Disdikpora Badung, I Ketut Widia Astika menerangkan, pengadaan seragam baru untuk siswa SMPN di Badung sudah bergulir. Hanya saja, karena ada kelonggaran PPDB, siswa cenderung bertambah jumlahnya. Dia pun belum berani memberikan jumlah siswa yang akan menerima seragam gratis tersebut. “Saat ini pemberian untuk SMP sudah berjalan untuk SD sedang berproses. Namun, memang di beberapa sekolah masih ada yang kurang mendapat seragam, karena jumlah siswa yang kita terima tahun ini kan tidak sesuai dengan prediksi awal,” jelasnya.


Untuk diketahui, bahwa ada sejumlah item yang akan diberikan per siswa mulai dari seragam putih-biru, seragam endek, seragam coklat atau pramuka, sepatu, tas, dan pakaian olahraga.


Widia Astika memaparkan, untuk pengadaan tiga seragam akan diberikan berupa kain sehingga setiap siswa akan mendapatkan uang ganti jahit Rp 100 ribu per stel pakian. Namun pemberiannya akan diberikan secara bertahap. “Setiap satu stel akan kami berikan Rp 100 ribu untuk pengganti ongkos jahitnya. Itu juga berdasarkan hasil survey di lapangan terkait ongkos jahit saat ini,” jelasnya.


Lebih lanjut, ia menyatakan pemerintah sudah mengimbau kepada sekolah agar tidak terlalu kaku terhadap siswa baru mengenai pemakaian seragam sementara. Dia menegaskan, untuk siswa baru baik SD maupun SMP masih diberikan kelonggaran tidak menggunakan seragam baru, namun boleh menggunakan seragam TK untuk siswa SD baru, dan seragam merah-putih untuk siswa SMP baru. “Kami beri kelonggaranlah dulu. Kami juga sudah imbau sekolah agar tidak terlalu kaku. Karena pemberian seragam baru gratis sedang berjalan,” tandasnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #balinese #pendidikan #badung