Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Damkar Buleleng Manfaatkan Ular Tangkapan Untuk Media Edukasi

Nyoman Suarna • Senin, 5 April 2021 | 00:38 WIB
Damkar Buleleng Manfaatkan Ular Tangkapan Untuk Media Edukasi
Damkar Buleleng Manfaatkan Ular Tangkapan Untuk Media Edukasi

SINGARAJA, BALI EXPRESS  -  Beberapa minggu terakhir, Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng berhasil mengamakan beberapa ekor ular jenis Pyton. Tak tanggung-tanggung, ular yang ditangkap memiliki ukuran jumbo. Meski ada pula dengan ukuran sedang. Kebanyakan ular-ular tersebut diamankan dari rumah warga serta selokan di lingkungan perumahan milik warga. Konon uler-ular tersebut terbawa ketika banjir saat musim hujan. Menurut data dari Dinas Pemadam Kebakan Buleleng, ada 6 ekor ular yang ditangkap selama bulan Maret 2021. 4 ekor telah diserahkan ke BKSDA Tabanan dan sisanya masih disimpan dalan sebuah kandang di Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, Made Subur menerangkan, ular-ular yang ditangkap tersebut akan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya sebagai predator. “Sifat asli ular kami kembalikan. Kami gunakan dia nanti sebagai predator. Ular yang kami tangkap kami pelihara di kanor. Kebetulan kami sudah punya kandangnya. Tapi tidak semua, satu saja dulu. Sisanya kami serahkan ke BKSDA,” terangnya, Minggu (4/4).


Subur menambahkan, selain dikembalikan ke fungsi awal sebagai predator. Ular jenis Pyton yang diamankan Disdamkar juga akan digunakan sebagai media edukasi, baik untuk para petani, siswa serta karyawan Disdamkar. “Nati ini akan kami rancang untuk media edukasi juga. Untuk para petani, kalau ada ular jangan dibunuh dulu. Lapor pada kami, kami yang tangani. Ular yang ditangkap akan kami lepas kembali nanti ke sawah-sawah untuk tangkap hama tikus. Para tani yang sawahnya banyak tikus, lapor ke kami, nanti kami bawakan ularnya dan kami awasi. Setelah mereka makan kami bawa kembali ke kantor. Nanti juga bisa buat pengetahuan untuk anak-anak TK tentang fungsi ular dan sebagainya. Kalau untuk pegawai kami bisa dikasih tau teknik-teknik tangkap ular untuk pengamanan,” tambahnya.


Dengan treatment yang dirancang Disdamkar tersebut dapat saling menguntungkan. Disatu sisi dalam pemeliharaan ular, tidak membutuhkan biaya yang banyak dalam hal pakan. Begitu pula untuk para petani dapat mengurangi penggunaan pestisida untuk mengusir hama. “Jadi sama-sama diuntungkan nanti. Kami sedikit pengeluaran untuk biaya pakannya. Karena ular kan gak mau makan hewan mati. Maunya hewan yang hidup. Kalau sekarang beli ayam, dipotong kasih ular, ular gak mau makan. Jadi dengan metode ini kami untung, petani juga untung. Kami coba dulu satu ekor,” jelas Subur. 

Editor : Nyoman Suarna