BADUNG, BALI EXPRESS – Tengah viral di Bali, video di akun TikTok milik @tio_rus. Pada video tersebut, menampilkan kisah seorang perempuan berhijab berulang kali memberikan gorengan pada seekor anjing yang menghampiri dagangannya yang berlokasi di Jalan Canggu Permai IV, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.
Saat ditemui di lokasi pada Rabu (7/4) sore, Heni Fitriyani tampak tengah menggoreng bakwan. Sambil bercerita dengan sumringah, tangannya tetap mengaduk adonan bakwan. Dia menyebutkan, anjing yang sering datang ke tempatnya bernama Cantik.
Heni, sapaan akrabnya, mengungkapkan anjing itu sudah nongkrong dari mulai dagangannya dibuka. Pada sore harinya, secara rutin anjing itu akan datang ke tempatnya. “Tidak kehitung berapa kali dia ke sini. Seharinya bisa lebih dari lima sampai 10 kali,” ujar Heni.
Wanita muslim itu mengisahkan, anjing itu datang pertama kali sekitar setahun yang lalu ke tempatnya berjualan. Oleh suaminya diberikan beberapa gorengan tapi tidak mau dimakan. Akhirnya, anjing tersebut mau memakan gorengan setelah diberikan gorengan tempe.
“Pertama dia ke sini, sama suami dikasi nasi dan kue tidak mau. Setelah itu dikasi tempe mau. Tempenya habis, ke sini lagi, begitu terus. Biasanya ke sini terus. Setiap hari sampai malam,” katanya.
Biasanya anjing tersebut datang bersama anaknya. Namun belakangan, anaknya mulai jarang datang. Bahkan, kenang Heni, dulu anaknya tidak menyukai tempe, namun sekarang menjadi suka setelah ibunya sering berikan gorengan tempe. “Sebelumnya ke sini sama anaknya, tapi sekarang anaknya jarang ikut. Anaknya mulai-mulai ini suka tempe. Dulu tidak suka tempe sekarang jadi suka. Karena sering dikasi tempe,” jelasnya.
Wanita asal Genteng, Banyuwangi itu menuturkan, anjing tersebut sebenarnya tengah sakit dan oleh pemiliknya sudah sempat diajak berobat. Karena sempat berobat, pemiliknya meminta agar tidak sering dikasi makanan gorengan. Karenanya, Heni telah menyiapkan kepala ayam untuk anjing tersebut jika datang lagi ke tempatnya berjualan.
“Sama yang punya itu tidak boleh sering-sering dikasi gorengan. Takutnya nanti tambah sakit soalnya habis dikasi obat. Makanya saya beliin kepala ayam,” katanya.
Dirinya mengaku, tidak takut dengan anjing. Bahkan Heni mengaku mulai sayang semenjak anjing tersebut sering datang ke tempatnya berjualan untuk meminta makan. Hanya saja dirinya tidak boleh menyentuh anjing tersebut.
“Tidak risih. Dulu sempat takut, sekarang malah mulai sayang sama dia, cuma tidak bisa nyentuh. Sekarang suka. Kasihan saja di sini, anjing ini sering berkeliaran di sekitar sini,” ungkapnya, yang sudah berjualan gorengan di lokasi tersebut selama tujuh tahun.
Selain anjing, Heni juga mengaku sering memberikan makan kepada kucing. Berbagai kucing liar yang datang ke tempatnya berjualan juga diberikan gorengan. Dirinya pun berpesan untuk selalu menyayangi hewan. Sebab hewan juga merupakan makhluk ciptaan Tuhan.
“Harus baik sama semua makhluk. Namanya orang beda-beda, kalau bisa sayangi semua hewan. Karena semua mahkluk ciptaan Tuhan,” tandasnya.(ika)
Editor : Chairul Amri Simabur