GIANYAR, BALI EXPRESS – Cuplikan video yang memperlihatkan sepasang remaja tengah berbuat mesum viral di jagad maya. Parahnya remaja perempuan dalam video tersebut terlihat menggunakan seragam olahraga bertuliskan SMK Negeri 1 Tampaksiring, sedangkan remaja pria terlihat menggunakan jaket.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ada dua cuplikan video yang beredar, yakni video berdurasi 13 detik dan 6 detik. Kedua video tersebut menunjukkan aksi mesum sepasang remaja di sebuah bale yang diduga merupakan sebuah bale bengong atau bale saka pat di sebuah bangunan yang namoak terbengkalai, namun dari sudut pengambilan video yang berbeda. Ada yang dari jarak dekat dan ada yang jarak jauh. Video itu pun dengan cepat menyebar di media sosial, baik Facebook, Instagram maupun TikTok sejak Rabu sore (3/11). Berbagai komentar pun datang dari para netizen, bahkan banyak bermunculan foto-foto sebuah bangunan yang diduga merupakan lokasi dimana video itu direkam.
Terkait seragam olahraga SMK Negeri 1 Tampaksiring yang terlihat dalam video tersebut, pihak sekolah langsung melakukan rapat, Kamis (4/11). Hal itu disampaikan oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tampaksiring, I Nyoman Sujana. Ia menuturkan jika informasi mengenai video yang viral itu ia terima Rabu sore dari Waka Kesiswaan SMK Negeri 1 Tampaksiring. “Saya dapat info dari Waka Kesiswaan kalau dapat video dari masyarakat atau dari mana, yang isinya seperti ini (mengenakan seragam olahraga SMK Negeri 1 Tampaksiring). Maka kita telusuri sore itu juga sampai jam 11 malam,” ujarnya saat ditemui di SMK Negeri 1 Tampaksiring.
Namun pihaknya belum bisa memastikan siapa remaja yang ada di dalam video tersebut, termasuk belum bisa memastikan apakah benar remaja dalam video tersebut adalah siswa SMK Negeri 1 Tampaksiring atau bukan. “Kita langsung menggelar rapat tadi dengan bagian kesiswaan untuk menelusuri apakah benar anak ini siswa SMK Negeri 1 Tampaksiring atau bukan, bisa saja hanya pakaian seragamnya saja. Jadi ini masih berproses,” imbuhnya.
Ditambahkannya jika penelusuran juga dilakukan terhadap unggahan salah satu akun Facebook yang menyandingkan video tersebut dengan foto salah satu siswi SMK Negeri 1 Tampaksiring yang diduga merupakan oknum dalam video tersebut. Hanya saja menurutnya, siswi yang disandingkan itu bukanlah oknum dalam video viral tersebut. “Anak ini siswa kelas X dan kemarin dia praktek sampai jam 1 di sekolah dan menggunakan pakaian praktek bukan seragam olahraga. Lalu kejadian di video itu diduga di Banjar Apuh (Desa Sebatu, Tegallalang) sekitar jam setengah 2. Jadi kecil kemungkinan jika anak ini adalah oknum dalam video tersebut,” beber Sujana.
Untuk itu, pihaknya akan memberikan pendampingan konseling kepada siswa yang fotonya sudah terlanjur viral karena diduga merupakan oknum dalam video tersebut. “Supaya mereka tidak di-bully oleh netizen maupun di sekolah. Maka ini cepat kita tangani secara profesional dengan pendampingan konseling, jangan sampai kita menuduh mereka tanpa bukti,” sambungnya.
Hanya saja pihak sekolah masih akan memanggil sejumlah siswa untuk memastikan siapa orang dalam video tersebut. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan manajemen sekolah hingga wali kelas untuk fokus menelusuri siapa oknum dalam video tersebut. Namun jika oknum dalam video bukan siswa SMK Negeri 1 Tampaksiring maka pihaknya akan melakukan klarifikasi. Sedangkan jika terbukti oknum dalam video adalah benar siswanya, maka pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap siswa tersebut bersama leading sektor terkait. “Cuma kalau untuk penyebar videonya kami rasa itu bukan ranah kami, ada pihak berwajib yang lebih berwenang. Sekarang kami fokus menelusuri siapa anak dalam video ini agar bisa menentukan langkah selanjutnya,” tukasnya.
Sujana pun berharap orang tua siswa ikut mengawasi putra-putrinya diluar jam sekolah. Sebab siswa tidak full berkegiatan di sekolah, apalagi di masa pandemi ini siswa yang mengikuti PTM atau praktek dibagi dalam beberapa shift. "Disini total siswa ada 1.499 orang, PTM nya 50 persen, yang diisi praktek. Dan ini pertama kali ada kejadian seperti ini, kami berharap orang tua bisa sama-sama mengawasi anaknya," tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Tampaksiring AKP Ni Luh Suardini mengatakan jika saat ini pihaknya masih mengumpulkan data terkait video viral tersebut serta akan mengkonfirmasi ke pihak sekolah. “Walaupun di video itu terlihat nama sekolah tapi kita harus kumpulkan dulu data awalnya lalu kita konfirmasi ke sekolah bersangkutan,” tegasnya.
Kendatipun demikian, pihaknya sudah mengetahui lokasi dalam video tersebut yakni di wilayah Kecamatan Tegallalang dan bukan di wilayah Tampaksiring. Menurutnya, oknum di dalam video tersebut dapat dikenakan UU Pornografi dan penyebar video bisa dikenakan UU ITE. “Jadi saat ini masih kita lidik,” tandasnya.
Editor : I Dewa Gede Rastana