Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Meski Tak Ada Bantuan Dana, Yowana Gianyar Tetap Semangat Gelar Lomba Ogoh-ogoh

I Dewa Gede Rastana • Senin, 10 Januari 2022 | 00:06 WIB
Manggala Pasikian Yowana Kabupatem Gianyar,  Pande Made Widia. (Istimewa)
Manggala Pasikian Yowana Kabupatem Gianyar, Pande Made Widia. (Istimewa)
GIANYAR, BALI EXPRES - Meskipun Pemkab Gianyar tak mengalokasikan dana untuk menunjang kreatifitas pemudanya dalam hal pembuatan ogoh-ogoh, namun pemuda di Gianyar tak patah semangat. Terlebih dalam 2 tahun belakangan ini kreatifitas mereka sudah terkungkung akibat pandemi Covid-19.

Sekaa teruna-teruni di Kabupaten Gianyar sejatinya menyambut baik keluarnya SE MDA Nomor : 009/SE/MDA-Prov Bali/XII/2021 tentang Pembuatan dan Pawai Ogoh-Ogoh Menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1944. Terlebih lagi ini diperkuat dengan Surat Edaran Gubernur Provinsi Bali dan Surat Edaran Kabupaten Gianyar, ini memberikan angin segar kepada yowana di Kabupaten Gianyar.

Maka dari itu tidak adanya dana untuk pembuatan ogoh-ogoh serangkaian Hari Raya Nyepi tahun 2022 ini ditanggapi santai oleh Manggala Pasikian Yowana Kabupatem Gianyar, Pande Made Widia.
"Sudah didukung dan diadakan saja sangat bersyukur. Dan kami bukan yowana yang minta-minta, ini ajang kreatifitas yowana, kami ingin yowana Gianyar mempunyai karakter yang bertanggung jawab, semua dilakukan dengan kerja sama dan gotong-royong, dari segi dana, petedunan dan pembuatan ogoh-ogoh. Apalagi dari dulu memang tidak ada dana dari pemerintah daerah, tapi sekaa teruna masih bisa membuat ogoh-ogoh," tegasnya Minggu (9/1).

Selain itu Pasikian Yowana Gianyar sejatinya sudah mempersiapkan perlombaan Ogoh-Ogoh se-Kabupaten Gianyar sehingga dapat mengapresiasi kreatifitas seni adat dan budaya mulai dari pembuatan Ogoh-ogoh di Kabupaten Gianyar. Dan untuk memastikan penyelenggaraannya, pihaknya akan bersurat masing - masing desa yang telah disiapkannya mulai hari ini.

Lebij teknis dirinya menyampaikan jika untuk sistem penilaianya juri akan langsung ke lokasi pembuatan ogoh-ogoh di masing-masing desa adat dengan menggunakan 2 kategori lomba.

Kategori pertama, lomba diawali ditingkat banjar dengan langsung mewakili desa adat. Pemenang di tingkat adat akan maju pada tingkat kecamatan, selanjut akan di nilai dan mewakili Kecamatan ke Kabupaten.

Sedangkan kategori kedua merupakan lomba kriteria Favorit. Sekaa teruna bebas mengirimkan foto dengan pemenang mendapatkan like atau jempol terbanyak. Pihaknya pun memastikan lomba berjalan tanpa tekanan dan intepensi, kriteria penilaian akan diberikann kisi-kisi bertema Adat, Tradisi, dan Budaya tanpa unsur sara.

Walau akan dilombakan, pihaknya juga sangat berharap arak-arakan ogoh-ogoh hanya di wewidangan Desa Adat sesuai konsep Desa Mawacara budaya antar desa adat berbeda. "Agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan mending di adakan di desa adat itu sendiri karena ini adalah tanggung jawab desa adat," sambungnya.

Perlombaan ini diharapkan dapat menjadi wadah dari kreatifitas seni, berbagai inovasi dan memupuk rasa saling asah asih asuh di antara sekaa teruna di era global saat ini. "Mengingat sekaa teruna sebagai garda terdepan dalam Ajegnya seni, adat dan budaya Bali di masing-masing banjar maupun desa adat," tandasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana
#pawai ogoh-ogoh #lomba ogoh-ogoh #tanpa bantuan ogoh-ogoh #semangat #pasikian yowana kabupaten gianyar