Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung Ida Bagus Jumpung Oka Wedhana menyatakan, empat objek yang diusulkan sebagai WBTB tahun ini, satu di antaranya pembuatan kerajinan gong atau gamelan di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan.
Menurutnya, aktivitas pembuatan gamelan di Tihingan tergolong unik lantaran nyaris semua warganya sebagai perajin gamelan. Selain itu, kerajinan genta di Desa Adat Budaga, Kelurahan Semarapura Kauh, Klungkung juga diusulkan tahun ini.
Ada pula pembuatan garam secara tradisional di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, serta kerajinan kain tenun rangrang di Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida yang diusulkan tahun 2022. Pihaknya optimis empat tradisi tersebut bisa disetujui sebagai warisan budaya. "Mengingat masing-masing punya kekhasan dan keunikan," ujar Gus Oka Wedhana, baru-baru ini.
Sementara itu, empat objek yang disetujui sebagai WBTB pada 2021 lalu, telah mendapat sertifikatnya. ida Bagus Jumpung Oka Wedhana menyebut, sertifikat diberikan ke masing-masing desa. Keempat WBTB tersebut di antaranya Tenun Cepuk dari Desa Tanglad, Kecamatan Nusa Penida, Ritual Dewa Masraman dari Banjar Timrah, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan.
Ada juga Barong Nong-Nong Kling dari Dusun Suwelagiri, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, dan Mecaru Mejaga–Jaga dari Desa Adat Besang Kawah Tohjiwa, Kecamatan Klungkung. Pemerintah Klungkung juga tengah berupaya agar Lukisan Klasik Wayang Kamasan bisa jadi WBTB tingkat dunia.
Menurutnya, kesenian asli Desa Kamasan, Klungkung itu berpeluang maju ke UNESCO sebagai kekhasan dari Indonesia. Lukisan Klasik Wayang Kamasan tengah bersaing dengan sembilan WBTB nasional lainnya dari beberapa daerah. Nantinya ada satu yang diusulkan dari Indonesia. Editor : I Dewa Gede Rastana