Bendesa Adat Kuta I Wayan Wasista mengatakan, relokasi ini dikhususkan untuk pedagang pasar seni, sementara yang lainnya masih diizinkan berjualan. Saat ini pihaknya sedang melakukan sosialisasi guna menyamakan persepsi dengan pedagang pasar. “Memang relokasi ini Khusus di Pasar Seni saja untuk pedagang lain masih boleh berjualan, tetapi tidak boleh mengganggu aktivitas penataan,” ujar Wasista saat dikonfirmasi Minggu (13/3).
Menurutnya, untuk penyediaan tempat berjualan sejumlah tempat sudah dijajaki. Bahkan Pemkab Badung telah menyarankan untuk memberikan tempat di sentral parkir Kuta. Namun sebagian besar pedagang menolak untuk berjualan di tempat tersebut.
“Sehinggga kami sudah mencari alternatif lain, seperti di depan Hotel Bali Anggrek, sebelah selatan Pura Segara, dan Pantai Jerman. Kami pun telah melakukan koordinasi melalui Camat Kuta untuk menghubungkan dengan pemerintah karena akan menggunakan sempadan jalan di Hotel Bali Anggrek, kemudian kami juga berkoordinasi dengan manajemen hotel agar bisa juga menggunakan tempat mereka,” ungkapnya.
Bagi pedagang pasar seni yang ingin berjualan, terang Wasista, agar mendaftarkan diri melalui Badan Usaha Milik desa Adat (BUPDA). Sehingga seluruh pedagang dapat disiapkan tempat untuk berjualan. Selain penataan pasar seni nantiya akan ada penambahan kios. Penambahan tersebut sebanyak 20 kios yang sehingga nantinya jumlah keseluruhan kios di Pasar Seni Kuta mencapai 224 kios.
“Untuk penambahan kios ini kami berikan kesempatan untuk masyarakat yang belum memanfaatkan tempat milik desa adat. Walaupun jumlahnya terbatas. Kami berharap agar masyarakat yang sudah difasilitasi desa adat tidak lagi mendaftarkan diri,” terangnya.
Dalam penataan pantai Kuta ini, seluruh pedagang akan didata kembali. Wasista menjelaskan, pendataan ini dilakukan untuk memberikan pemerataan. Pasalnya dalam satu KK ada yang masih memiliki kios lebih dari satu. “Awalnya seluruh pedagang berjumlah 1.168 setelah penataan ini, kami akan memberikan hak yang sama untuk seluruh masyarakat. Sehingga tidak ada lagi dalam satu KK memiliki lebih dari satu tempat berjualan,” jelas pria yang hobi bersepeda ini.
Lebih lanjut pihanya menambahkan, sesuai informasi yang ia terima Maret ini akan ada penentuan pemenang tender penataan pantai. Kemudian penataan akan dimulai pada April 2022. “Itu informasi yang saya dapatkan, yang jelas bulan April proyek sudah dimulai, tetapi tanggal pastinya belum tahu,” pungkasnya.
Editor : I Dewa Gede Rastana