Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Banyu Pinaruh, Pura Campuhan Windhu Segara Sepi Pemedek

I Dewa Gede Rastana • Senin, 28 Maret 2022 | 02:00 WIB
BANYU PINARUH : Warga saat melukat di Pura Campuhan Windhu, Padang Galak, Kesiman, Minggu (27/3) tepat di Hari Banyu Pinaruh. (KRISNA PRADIPTA/BALI EXPRESS)
BANYU PINARUH : Warga saat melukat di Pura Campuhan Windhu, Padang Galak, Kesiman, Minggu (27/3) tepat di Hari Banyu Pinaruh. (KRISNA PRADIPTA/BALI EXPRESS)
DENPASAR, BALI EXPRESS - Banyu Pinaruh dimanfaatkan warga Hindu Bali untuk melakukan pengelukatan baik di pura, sumber mata air maupun di pantai. Seperti di wilayah Denpasar Timur, Pura Campuhan Windhu Segara yang berlokasi di Pantai Padang Galak, Kesiman masih menjadi lokasi untuk melukat saat Banyu Pinaruh, hanya saja pemedek yang datang tidak sebanyak sebelum pandemi.

 

Salah seorang pengayah di Pura Campuhan Windhu Segara, Jero Mangku Ketut Kerta Mahardika mengatakan pura ini sebelumnya ditutup karena pandemi sejak enam bulan lalu karena kasus Covid-19 sedang meningkat.

 

"Sekarang setelah dibuka lagi, pemedek yang datang sepi. Mungkin karena masih mengira pura masih ditutup. Kalau dulu sebelum pandemi bahkan sampai antri," ujar Jro Mangku Mahardika.

 

Dituturkannya, untuk pelaksanaan melukat, dimulai sejak pukul 06.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita. Selain Banyu Pinaruh, Jro Mangku Mahardika mengatakan pemedek biasanya tangkil untuk melukat hampir setiap hari, kecuali Nyepi.

 

"Paling ramai itu waktu Siwa Ratri, kemudian Banyu Pinaruh, Purnama, Kajeng Kliwon dan Tilem," bebernya.

 

Jero Mangku Mahardika juga tak keberatan mengatakan tata cara melukat di Pura Campuhan Windhu Segara ini. Pertama pemedek membawa pejati minimal satu buah, dan bungkak nyuh gading. Kemudian untuk proses melukat dimulai dari palinggih Brahma, Wisnu, Siwa dengan menggunakan bungkak nyuh gading dan wajib menggunakan pejati. Setelah itu, dilanjutkan dengan melukat ke campuhan yakni pertemuan antara sungai dan laut.

 

Pemedek kemudian melanjutkan pengelukatan di beji yang terdapat 7 tempat untuk melukat dan dilakukan dengan arah murwa daksina atau searah jarum jam dan terakhir di tengah.

 

Setelah proses tersebut selesai dilanjutkan dengan persembahyangan yang dipimpin oleh seorang pemangku. Persembahyangan dilaksanakan di beji, pelinggih Pura Campuhan, dan ke pelinggih Tri Purusa. Editor : I Dewa Gede Rastana
#melukat #banyu pinaruh #pembersihan diri #denpasar #sepi pemedek #campuhan windu segara