Pantauan di lapangan, kelangkaan stok Pertalite terjadi disejumlah SPBU di Gianyar. Sejumlah SPBU ini tidak dapat melayani pembeli yang ingin Pertalite dengan alasan stok habis. Kondisi itu pun membut pembeli yang sudah kehabisan BBM terpaksa harus membeli Pertamax yang harganya kini sudah naik.
“Awalnya sih saya tidak masalah dengan kenaikan Pertamax karena saya pakai Pertalite, tapi ternyata kenaikan harga Pertamax membuat Pertalite langka. Saya jadi bingung, ujung-ujungnya kita kena juga,” ungkap Made Anggie, asal Gianyar.
Menurutnya kondisi tersebut tidak ada bedanya dengan kelangkaan minyak goreng curah yang masih terjadi hingga saat ini. Disaat minyak goreng kemasan harganya mahal, minyak goreng curah justru langka
Hal itu pun disoroti anggota DPRD Gianyar Fraksi Indonesia Raya, Ngakan Ketut Putra. Dimana dirinya mempertanyakan kinerja pemerintah pusat terkait kondisi tersebut. Karena menurutnya saat berencana menaikkan suatu harga, maka sudah seharusnya pemerintah memastikan ketersediaan stok barang alternatif yang bisa dijangkau masyarakat menengah ke bawah.
“Selama ini Pertamax lebih banyak digunakan oleh warga kelas menengah ke atas, jadi kenaikkan sekian rupiah ya tidak masalah. Tapi kenapa justru saat Pertamax naik, yang langka justru Pertalite. Ini kan kasihan masyarakat kelas menengah ke bawah yang secara tidak diarahkan untuk membeli Pertamax yang harganya sudah naik," tegasnya Senin (4/4).
Politisi PKP itu pun berharap agar pemerintah pusat dapat bekerja serius. Terutama untuk memastikan kelangkaan tersebut bukan permainan oknum. Agar masyarakat kecil tidak menjadi korban. "Pemerintah harus menelusuri penyebab kelangkaan ini, kenapa bisa langka?. Jangan sampai masyarakat jadi korban permainan oknum yang nakal. Kalau ini terjadi terus menerus, maka masyarakat akan MPP (mati pelan-pelan), apalagi di tengah kondisi perekonomian yang sulit seperti sekarang ini,” pungkasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana