Di desa Blayu ini, ada sembilan titik yang tergerus Blabar Agung Tukad Yeh Sungi, yang terdiri dari empat lokasi pura dan lima lokasi lainnya adalah fasilitas umum, seperti TPS3R dan baai banjar.
Menurut pengelingsir Puri Saren Kaja Blayu, A.A Ngurah Oka, blabar kali ini merupakan yang terbesar sejak 60 tahun lalu. "Pada blabar kali ini, ketinggin air lebih dari 10 meter, hampir seluruh bagian pura Pucak Manik Toya terendam," jelasnya.
Kelian Dinas Umadiwang Kangin, Made Gede Sumawijaya menjelaskan, kejadian meluapnya air Yeh Sungi pertama kali diketahui sekitar pukul 08.30 wita. Blabar ini dijelaskannya terjadi karena tingginya curah hujan menyebabkan bendungan di aliran Tukad Yeh Sungi tidak mampu menampung debit air.
Sehingga menjebol jembatan di Dam Tinjak Menjngan, kemudian air bersama dengan material lainnya berupa kayu dan pohon lainnya mengalir ke selatan dan akhirnya berhenti di jembatan di sebelah timur pura Pucak Manik Toya.
"Karena debit air besar dan alirannya tertahan pohon di jembatan sebelah timur pura, akhirnya air meluap dan menggenangi pura Pucak Manik selama benerapa lama, akibatnya penyengker dan bebrapa bangunn tergerus air bah," lanjutnya.
Sementata itu, Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi yang ditemui di lokasi memebenarkan jika meluapnya air tukad Yeh Sungi membuat beberapa pura mengalmi kerusakan. "Ada beberapa pura di sepanjang aliran tukad Yeh Sungi yang rusak. Dari hasil rekapitulasi, total kerugianny mencapai Rp 9 miliar lebih, itu belum termasuk fasilitas lainnya yng tergerus banjir," paparnya.
Adapun pura yang terdampak banjir Tukad Yeh Sungi, antara lain, Pura Pucak Manik Toya di Banjar Umadiwang ada tiga titik yang tergerus air bah Tukad Yeh Sungi, yakni beji, utama mandala, madya mandala dan jaba sisi dengan total kerugian memcapai Rp 3,030 miliar.
Selanjutnya adaah pura Hyang Tapa, dengan total kerugian mencapai Rp 300 juta. TPS3R desa Batan Nyuh, totl lerugian mencapai 1,010 miliar, jembatan seputaran Desa Batannyuh dengan totl kerugian Rp 2,7 miliar. Pura beji prajapati Rp 173 juta, pura taman beji puseh Desa Adat Bale Agung, dengan total kerugian mencapai Rp 163 juta, pura beji dalem desa adat Blayu dengan total kerugian Rp 55 juta, Balai Banjar Bajera dengam total kerugian Rp 1,5 miliar dan pura beji tangkub dengan total kerugian Rp 150 juta.
Sampai seni sore, perugas BPBD dibantu oleh pihak kepolsian, koramil dn warga Desa masih membersihkn material kayu yang dibawa oleh aliran air Tukad Yeh Sungi dari arah hulu. Jumlah materil sampah ini diperkirakan lebih dari 50 ton. "Untuk kemana nantinya material ini dibawa, kmi sudh berkoordinasi dengan dinas DKP dan masyarakat," ungkap Sumawijaya. Editor : I Putu Suyatra