Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Blabar Terbesar setelah 60 Tahun, Tukad Yeh Sungi Amuk 5 Pura

I Komang Gede Doktrinaya • Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:58 WIB
MANIK TOYA : Kondisi Pura Manik Toya di Desa Blayu, Marga, Tabanan saat terendam banjir (kiri) dan setelah diamuk luapan air Tukad Yeh Sungi, Senin, 17 Oktober 2022. Ist
MANIK TOYA : Kondisi Pura Manik Toya di Desa Blayu, Marga, Tabanan saat terendam banjir (kiri) dan setelah diamuk luapan air Tukad Yeh Sungi, Senin, 17 Oktober 2022. Ist
TABANAN, BALI EXPRESS-Hujan deras yang terjadi Senin (17/10) di Kabupaten Tabanan, tidak hanya membuat jalan dan jembatan terputus. Namun juga membuat beberapa pura yang berlokasi di sepanjang aliran Tukad Yeh Sungi di Desa Blayu, Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan, rusak parah.

Di Desa Blayu, Kecamatan Marga, Tabanan, ada sembilan titik yang tergerus Blabar Agung (banjir bandang) Tukad Yeh Sungi, yang terdiri dari empat lokasi pura dan lima lokasi lainnya adalah fasilitas umum, seperti Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan balai banjar.

Menurut panglingsir Puri Saren Kaja Blayu, A.A Ngurah Oka, blabar kali ini merupakan yang terbesar sejak 60 tahun lalu. "Pada blabar kali ini, ketinggin air lebih dari 10 meter, hampir seluruh bagian pura Pucak Manik Toya terendam," jelasnya, Selasa (18/10).

Kelian Dinas Umadiwang Kangin, Made Gede Sumawijaya menambahkan, kejadian meluapnya air Yeh Sungi pertama kali diketahui sekitar pukul 08.30 Wita.

Dikatakannya, blabar ini terjadi karena tingginya curah hujan menyebabkan bendungan di aliran Tukad Yeh Sungi tidak mampu menampung debit air. Sehingga menjebol jembatan di Dam Tinjak Menjangan, kemudian air bersama dengan material lainnya berupa kayu dan pohon lainnya mengalir ke selatan dan akhirnya berhenti di jembatan di sebelah timur pura Pucak Manik Toya.

"Karena debit air besar dan alirannya tertahan pohon di jembatan sebelah timur pura, akhirnya air meluap dan menggenangi Pura Pucak Manik, akibatnya panyengker dan bebrapa bangunn tergerus air bah," lanjutnya.

Sementata itu, Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi yang ditemui di lokasi membenarkan jika meluapnya air Tukad Yeh Sungi membuat beberapa pura mengalami kerusakan.

"Ada beberapa pura di sepanjang aliran Tukad Yeh Sungi yang rusak. Dari hasil rekapitulasi, total kerugianny mencapai Rp 9 Miliar lebih. Itu belum termasuk fasilitas lainnya yang tergerus banjir," paparnya.

Adapun pura yang terdampak banjir Tukad Yeh Sungi adalah Pura Pucak Manik Toya di Banjar Umadiwang. Di pura ini ada tiga titik yang tergerus air bah Tukad Yeh Sungi, yakni beji, utama mandala, madya mandala dan jaba sisi dengan total kerugian memcapai Rp 3,030 Miliar.

Selanjutnya adalah Pura Hyang Tapa, dengan total kerugian mencapai Rp 300 juta. TPS3R Desa Batan Nyuh, total kerugian mencapai Rp 1,010 Miliar, jembatan seputaran Desa Batannyuh dengan total kerugian Rp 2,7 Miliar. Pura Beji Prajapati Rp 173 juta, Pura Taman Beji Puseh Desa Adat Bale Agung, dengan total kerugian mencapai Rp 163 juta.

Selanjutnya Pura Beji Dalem Desa Adat Blayu dengan total kerugian Rp 55 juta, Balai Banjar Bajera dengam total kerugian Rp 1,5 Miliar, dan Pura Beji Tangkub dengan total kerugian Rp 150 juta.

Senin (17/10) sore, petugas BPBD dibantu oleh pihak kepolsian, koramil dan warga desa membersihkn material kayu yang dibawa oleh aliran air Tukad Yeh Sungi dari arah hulu. Jumlah materil sampah ini diperkirakan lebih dari 50 ton. " Kemana nantinya material ini dibawa, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas DKP dan masyarakat," ungkap Sumawijaya.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Banjir bandang #Blabar Amuk 5 Pura #Blabar Terbesar setelah 60 Tahun #Tukad Yeh Sungi