Kapolsek Bebandem AKP I Wayan Gede Wirya yang dikonfirmasi Jumat (4/11) membenarkan peristiwa tersebut. Korban melakukan aksinya tersebut di kamar yang biasanya ditempati oleh cucunya. Yang pertama mengetahui kejadian itu pun adalah cucu korban.
Melihat kondisi tersebut, cucunya pun bergegas mencari neneknya (istri korban) untuk memberikan informasi yang dilihat. Kala itu, istri korban sedang sedang berada di dapur untuk memasak.
Mendapat kabar tersebut, tanpa pikir panjang, istri korban pun segera mendatangi tempat yang ditujukan. Benar saja, setibanya disana istri korban dikagetkan dengan kondisi sang suami yang sudah tergantung. “Sesampainya di kamar, Saksi 1 (istri korban) terkejut karena melihat Korban sudah dalam keadaan tergantung,” ujarnya.
Saat itu, kondisi korban sudah tidak sadarkan diri. Korban diturunkan oleh anaknya dengan cara memotong kain selendang yang digunakan oleh Korban untuk gantung diri. “Saat itu Korban sudah tidak sadarkan diri,” lanjutnya.
Setelah dilakukan pengecekan oleh personil Polsek Bebandem dan petugas Puskesmas Bebandem, diduga IGP murni gantung diri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Korban. Terkait hal itu, keluarganya pun mengiklaskan kepergian korban dan menolak untuk dilakukan otopsi. “Berdasarkan keterangan saksi-saksi, bahwa korban sudah lama menderita penyakit kanker pada leher yang tidak kunjung sembuh. Yang menyebabkan bengkak pada leher dan membuat korban tidak bisa berbicara dan merasa selalu menderita,” pungkasnya. (dir)