Apresiasi tersebut disampaikan saat Gubernur Bali Wayan Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menyerahkan hadiah Lomba Ogoh -Ogoh se-Bali Tahun 2023 di tingkat Kabupaten/Kota se-Bali, di Jayasabha, Denpasar, Kamis (6/4).
Masing - masing pemenang Lomba Ogoh-Ogoh se-Bali Tahun 2023 di tingkat kabupaten/kota untuk juara I meraih piagam dan uang sebesar Rp 50 juta, juara II meraih piagam dan uang sebesar Rp 35 juta, dan juara III meraih piagam dan uang sebesar Rp 25 juta.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan setiap tahun mengamati kreasi dan inovasi para Yowana (pemuda) di Desa Adat se-Bali dalam membuat kesenian Ogoh - Ogoh dengan kualitas yang semakin maju dan baik.
Cara berkesenian dan berkebudayaan yang dilakoni Yowana Desa Adat di Bali berupa pembuatan Ogoh-Ogoh merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat dan memajukan berbagai karya serta produk budaya Bali. Dimana memiliki keunikan dan kekayaan budaya yang sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dengan Prinsip Trisakti Bung Karno, Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan.
“Saya perlu pertegas, bahwa Bali ini tidak memiliki sumber daya alam seperti di daerah Bali. Bali tidak mempunyai tambang emas, batubara, minyak, gas, dan pertambangan umum lainnya yang menjadi sumber pendapatan untuk membangun perekonomian daerah. Tetapi Bali, dengan penduduk 4,3 juta lebih yang tersebar di 8 Kabupaten/1 Kota, 57 Kecamatan, 636 Desa, 80 Kelurahan, dan 1.493 Desa Adat ini ternyata diberikan anugerah luar biasa oleh Hyang Pencipta, yakni berupa kekayaan, keunikan, dan keunggulan adat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali,” tegas Gubernur Koster.
Gubernur yang berasal dari Desa Tua di Desa Sembiran, Buleleng ini, dengan tegas menyatakan melalui adat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali menjadikan Bali bisa berdiri tegak, survive, eksis, dan terkenal di dunia seperti sekarang, hingga menjadikan Bali sebagai destinasi wisata utama di dunia.
“Jadi adik-adik Yowana sekalian, pariwisata Bali itu lahir bukan karena desain pariwisata, rancang bangun dari pariwisata, tetapi muncul karena ketertarikan masyarakat dunia terhadap keunikan budaya Bali, yang dari dahulu budaya dijadikan hulu oleh masyarakat Bali,” jelas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Itulah sebabnya, Gubernur Bali mengajak para Yowana di Desa Adat untuk menjaga budaya Bali dengan sebaik-baiknya, penuh rasa tanggung jawab, secara turun temurun oleh generasi ke generasi sepanjang zaman.
“Kita bersyukur, leluhur kita mewarisi budaya Bali yang adi luhung, sehingga sampai saat ini kita diwarisi Desa Adat sebagai lembaga yang selalu melestarikan kebudayaan Bali. Itulah sebabnya, saya sebagai Gubernur Bali menjadikan kebudayaan sebagai hulunya pembangunan Bali, menjadikan budaya sebagai sumber nilai kehidupan, kesantunan, kesopanan, etika, dan sumber nilai yang membuat kehidupan masyarakat Bali itu memiliki integritas serta profesionalisme,” jelasnya.
Budaya juga dikatakan Gubernur Wayan Koster sebagai karya produk seni yang meliputi seni tari, seni gambelan, seni ukir, seni patung, dan belakangan menjadi karya seni Ogoh-Ogoh. Kemudian budaya sebagai basis pengembangan perekonomian Bali. Karena itulah, hulu dari tiga unsur kebudayaan, yakni nilai kehidupan, produk seni, dan ekonomi kita jaga dan rawat dengan sebaik-baiknya.
“Kalau budaya Bali rusak tidak terawat, maka Bali ini tidak lagi memiliki keunikan dan keunggulan apa-apa atau kita akan kehilangan kekayaan identitas," tegas Gubernur Bali jebolan ITB ini.
Ini Pemenang Lomba Ogoh-Ogoh
Tahun 2023
Kabupaten Badung
Juara I : Sekaa Teruna ( ST) Dharma Pertiwi, Banjar Kauh Pecatu, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan sebagai
Juara II ; ST. Widya Dharma dari Banjar Tengah Pecatu, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan
Juara III : ST. Eka Bhuana Tunggal Budi Kangin dari Banjar Seminyak Kangin, Desa Adat Seminyak, Kecamatan Kuta
Kabupaten Bangli
Juara I : ST. Wisnu Sedana, Banjar Malet Gusti, Desa Adat Penglumbaran, Kecamatan Susut
Juara II : ST. Murdha Citta dari Banjar Demulih, Desa Adat Demulih, Kecamatan Susut
Juara III : ST. Mekar Sari dari Banjar Kalanganyar, Desa Adat Merta, Kecamatan Tembuku.
Kabupaten Buleleng
Juara I : ST. Tunas Teratai Tanjung Mekar, Banjar Kajakangin-Ceblong, Desa Adat Sudaji, Kecamatan Sawan
Juara II : ST. Giri Kusuma dari Banjar Giriloka, Desa Adat Pancasari, Kecamatan Sukasada
Juara III : ST. Eka Stana dari Banjar Kubuanyar, Desa Adat Pacung, Kecamatan Tejakula.
Kota Denpasar
Juara I : ST. Dwi Putra dari Banjar Tegal Agung, Desa Adat Denpasar, Kecamatan Denpasar Timur
Juara II : ST. Yowana Werdhi dari Banjar Batan Buah, Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur
Juara III : ST. Dharma Subhiksa dari Banjar Sasih, Desa Adat Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan.
Kabupaten Gianyar
Juara I : ST. Eka Budi Kusuma Giri, Banjar Pengembungan, Desa Adat Tri Eka Citta, Kecamatan Tampak Siring.
Juara II : ST. Widya Dhri Sedana, Banjar Payangan, Desa Adat Payangan Desa, Kecamatan Payangan.
Juara III : ST. Dharma Kencana, Banjar Punusuan, Desa Adat Tegalalang, Kecamatan Tegalalang.
Kabupaten Jembrana
Juara I : ST. Kembang Sari, Banjar Banyubiru, Desa Adat Banyubiru, Kecamatan Negara.
Juara II : ST. Guna Widya, Banjar Kertha Budaya Pancardawa, Desa Adat Kerta Jaya Pendem, Kecamatan Jembrana.
Juara III : ST. Swastika Karya, Banjar Swastika, Desa Adat Pangyangan, Kecamatan Jembrana.
Kabupaten Karangasem
Juara I : ST. Yowana Panji Saraswati, Banjar Sangkan Aji, Desa Adat Sukahat, Kecamatan Sidemen.
Juara II : ST. Yowana Santhi, Banjar Adat Belong, Desa Adat Karangasem, Kecamatan Karangasem.
Juara III : ST. Yowana Darma Kriya dari Banjar Tengah, Desa Adat Bebandem, Kecamatan Bebandem .
Kabupaten Klungkung
Juara I : ST. Satya Dharma, Banjar Tengah, Desa Adat Dawan Klod, Kecamatan Dawan.
Juara II : ST. Dharma Yowana, Banjar Adat Tusan, Desa Adat Tangkas, Kecamatan Klungkung.
Juara III : ST. Panji Saraswati, Banjar Budaga, Desa Adat Budaga, Kecamatan Klungkung.
Kabupaten Tabanan
Juara I : ST. Putra Para Jana Jaya dari Banjar Wani, Desa Adat Bale Agung Kerambitan, Kecamatan Kerambitan.
Juara II : ST. Eka Dharma Panca Kerti dari Banjar Subamia Bale Agung, Desa Adat Subamia, Kecamatan Tabanan.
Juara III : ST. Tunas Mekar, Banjar Meliling Kangin, Desa Adat Meliling, Kecamatan Kerambitan.