Peristiwa ini dibeberkan oleh Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi. Berdasar keterangan tetangga kos korban, Ketut Sudiasa, 51, sudah lama dirinya tidak bertemu dengan Stevanus. "Saksi terakhir kali mendengar suara korban sekitar 10 hari yang lalu, ketika korban sedang menelpon hingga tengah malam," ujarnya, Rabu (12/7).
Baca Juga: Pendaftaran Ditutup, RSUD Sanjiwani Segera Umumkan Hasil Seleksi Administrasi
Lalu sekitar pukul 17.30, seseorang bernama Eng Kayate datang ke kos tersebut. Pria ini diminta oleh teman korban bernama Angga untuk mengecek keberadaan Stevanus, mengingat sudah tidak bisa dihubungi sejak Sabtu (1/7). Namun di tempat kejadian perkara (TKP), kamar kos pria paro baya itu terkunci dari dalam.
Begitu juga saat dipanggil dan pintunya digedor, pria asal Surabaya tersebut tidak ada menyahut. Berikutnya, Eng Kayate bertemu dengan Sudiasa dan menanyakan keberadaan Stevanus. "Sehingga, disampaikan bahwa tetangga kos itu juga tidak tahu, dan sudah beberapa hari tidak pernah bertemu dengan korban," tambah Perwira Balok Tiga di pundak itu.
Maka, Eng Kayate memberi nomor ponselnya kepada Sudiasa agar mengabari jika bertemu dengan Stevanus, lantas ia pergi. Berselang beberapa saat kemudian, Sudiasa masuk ke kamarnya yang bersebelahan dengan kamar korban. Tetapi, ia mencium bau yang tidak sedap.
Lantaran merasa curiga atas bau tersebut, Sudiasa pun memberitahukan kepada pecalang setempat. Selanjutnya, pecalang bersama dengan Kepala Lingkungan mendatangi TKP dan mencongkel pintu kamar korban untuk mengetahui keadaannya. Mereka mendapati Stevanus dalam posisi tidur terlentang, beralaskan kasur busa dengan seprai warna putih bercorak bunga.
Baca Juga: Minat Jadi “Tukang Parkir” Pesawat? Segini Besaran Gajinya
"Posisi kepalanya berada di sebelah utara dan kaki berada di selatan. Dia mengenakan baju kaos warna putih bergambar dan celana pendek strait warna hitam," tandasnya. Tetapi mereka kaget, sebab sebagian tubuh dan wajah Stevanus sudah membiru kehitaman, dan terdapat cairan yang bersumber dari tubuhnya di sekitar kasur.
Kipas angin di kamar korban dalam keadaan hidup. Selain itu, ditemukan berbagai macam obat racikan. Tim Identifikasi Polresta Denpasar pun mendatangi lokasi untuk memeriksa jenazah Stevanus. Diperkirakan dia sudah meninggal dunia lebih dari 24 jam. Wajahnya sudah mengalami pembusukan.
Tubuhnya juga sudah mengalami lebam mayat dan pembengkakan. Kepolisian tidak menemukan tanda- tanda kekerasan pada tubuh korban. "Jenazah korban dibawa ke RSUP Sanglah oleh ambulans BPBD Kota Denpasar untuk dilakukan otopsi, dan penanganan lebih lanjut," tutupnya. (ges)
Editor : Nyoman Suarna