Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sang Hyang Penyalin, Wayang Wong dan Megoak-goakan Buka Lovina Festival 2023

Dian Suryantini • Sabtu, 22 Juli 2023 | 03:16 WIB
DIBUKA : Opening Lovina Festival 2023 yang menampilkan seni pertunjukan tradisi sakral Sang Hyang Penyalin dari Desa Pancasari.
DIBUKA : Opening Lovina Festival 2023 yang menampilkan seni pertunjukan tradisi sakral Sang Hyang Penyalin dari Desa Pancasari.

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Tamu undangan terheran-heran melihat pertunjukan seni di Lovina Festival, Jumat (21/7) malam. Tradisi seni sakral dari Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng tampil perdana mengawali pertunjukan seni. Wisatawan serta tamu undangan berkesempatan menarikan Sang Hyang Penyalin.

Sang Hyang Penyalin sendiri merupakan tradisi sakral dari Desa Bugbug, Karangasem. Tarian tersebut dikenal sebagai tarian pengundan hujan dan simbol kesuburan. Tradisi ini pun diyakini telah ada sejak era pra hindu. Sesuai namanya, tarian Sang Hyang Penyalin ini menggunakan Penyalin (rotan, Red) sebagai media utamanya. Namun rotan ini memiliki kekuatan magis yang di luar nalar. Karena bergerak-gerak sendiri tanpa harus dikomandoi saat ditarikan.

Rotan yang ujungnya berisi tetuesan janur itu seolah hidup. Bergerak-gerak, berputar maju mundur, meliuk-liuk tanpa komando. Persis seperti ular yang hendak mematuk. Sangat terlihat garang. "Ini tradi yang sakral dan berkembang di desa kami," ujar Kelian Sekaa Sang Hyang Penyalin, Gede Adi Mustika.

Lovina Festival 2023 juga menampilkan tari Megoak-goakan yang berasal dari Desa Panji, Kecamatan Sukasada. Atraksi megoak-oakan sendiri merupakan pementasan ulang dari sejarah kepahlawanan Ki Barak Panji Sakti yang dikenal sebagai Pahlawan Buleleng Bali ketika menaklukkan Kerajaan Blambangan di Jawa Timur.

Megoak-goakan ini terinspirasi dari burung gagak (goak) yang sedang mengincar mangsanya. Tradisi ini digelar setiap tahun setelah Hari Raya Nyepi, untuk menghormati jasa Raja Ki Barak Panji Sakti. Pada masa pemerintahan Raja Panji, beliau dikenal sebagai seorang raja yang murah hati serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Beliaulah pendiri kerajaan Buleleng pada era 1960an.

Munculnya permainan ini berawal dari Raja Panji Sakti tengah melihat burung gagak yang melintas dihadapannya. Ia tertarik dengan taktik goak itu dalam mengincar mangsanya. Maka sang raja pun menemukan ide untuk mengaplikasikan taktik sang gagak ke dalam sebuah permainan. Sehingga ia menemukan salah satu permainan yang dinamakan Megoak-goakan. Ia pun mempraktekkan permainan ini bersama prajuritnya. Sebelum melakukan permainan sang raja membuat kesepakatan bersama prajuritnya. Jika sang raja memenangkan permainan maka semua keinginan raja harus dipenuhi oleh prajuritnya. Perjanjian itu pun disetujui oleh prajurit. Dengan kegesitan Raja Panji Sakti, maka raja berhasil memenangkan permainan.

Tidak hanya itu, pertunjukan Wayang Wong juga ditampilkan. Seni Pewayangan Wayang Wong ini sudah ditetapkan menjadi warisan dunia oleh UNESCO.

Wayang Wong pada dasarnya adalah seni pertunjukan topeng dan pewayangan dengan pelaku-pelaku orang atau manusia. Dalam membawakan tokoh-tokoh yang dimainkan, semua penari berdialog. Semua tokoh utama menggunakan bahasa kawi sedangkan para punakawan memakai bahasa Bali. Pada beberapa pertunjukan para penari juga menyanyi dengan menampilkan bait-bait penting dari kekawin. Di Bali ada dua jenis Wayang Wong, yaitu Wayang Wong Ramayana dan Wayang Wong Parwa.

Awal keberadaan Wayang Wong di Desa Tejakula sekitar abad ke-14, berawal saat ada warga yang kerauhan agar dalam setiap piodalan supaya dipentaskan kesenian tersebut dengan menggabungkan kesenian gambuh dan parwa yang ada sebelumnya.

Perhelatan Lovina Festival 2023 merupakan pegelaran kesembilan. Lokasinya masih memanfaatkan halaman pada Patung Lumba-lumba, Pantai Binaria. Masyarakat hadir berduyun-duyun memadati kawasan pantai, Jumat (21/7) sore. Sejumlah hiburan disiapkan untuk menghibur masyarakat hingga wisatawan.

Ajang Lovina Festival 2023 ini merupakan kebangkitan Lovest paska pandemi. Sebelumnya Lovest ditiadakan selama dua tahun. Diharapkan pelaksanaan Lovina Festival 2023 saat ini tidak dirangkaikan dengan even Sail to Indonesia seperti sebelumnya. Kendati demikian Lovest ini berlangsung atas sinergi berbagai pihak. "Dukungan penuh dari segala lini sehingga Lovest bisa terlaksana," terang Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana.

Lovina dipilih sebagai tempat pelaksanaan karena memiliki sejarah panjang. Festival ini bukan hanya diperuntukkan bagi kawasan Lovina melainkan perkembangan pariwisata Buleleng secara menyeluruh.

Semetara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dodik Sukma Oktiva Askara menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 2.000 pengunjung per hari. Ia optimis target tersebut akan tercapai. Terlebih saat ini kunjungan wisatawan memasuki high season. Ia menargetkan kunjungan wisatawan 1 juta selama 3 hari atau selama even dilaksanakan. "Semoga ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. Disini juga ada 95 tenan UMKM yang bisa dikunjungi. Oelaksanaan sebelumnya mencapai 875 ribu wisatawan," terangnya. (*)

 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #festival #lovina #sakral #pariwisata #seni #buleleng