Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mabes Polri Ringkus 31 Operator Judi Online di Bali, Kadus Sebut: Sejak Sebulan TKP Ramai Aktivitas tak Biasa

I Gede Paramasutha • Kamis, 31 Agustus 2023 | 21:49 WIB
TKP: Hawai Bali Villa terpantau sudah tidak ada aktivitas lagi dan sudah dikunci paska penggerebekan judi online oleh Mabes Polri.
TKP: Hawai Bali Villa terpantau sudah tidak ada aktivitas lagi dan sudah dikunci paska penggerebekan judi online oleh Mabes Polri.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Penggerebekan dilakukan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Porli di Jalan Tukad Balian, Dusun Wirasatya, Sidakarya, Denpasar Selatan, Bali. Pasalnya, terdapat sindikat operator judi online yang beroperasi di tempat tersebut.

Dilansir dari Antara, Mabes Polri berhasil meringkus sebanyak 31 pengelola situs judi online.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjenpol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menerangkan, pengungkapan kasus ini berawal dari patroli siber yang dilakukan pihaknya pada awal Agustus 2023.

Bali Express Jawa Pos Grup pun menyambangi salah satu lokasi penggerebekan yaitu sebuah tempat menginap bernama Hawai Bali Villa. Pantauan di lokasi, tempat itu sudah tidak terdapat aktivitas lagi dan tertutup atau dikunci.

Beberapa warga seperti penjaga warung yang berjualan di dekat tempat kejadian perkara (TKP) mengaku tidak tahu-menahu perihal penggerebekan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Wirasatya, Wayan Agus Eka Putra, 31, juga mengaku tidak diberi tahu oleh kepolisian saat penggerebekan pada 18 Agustus 2023.

 Kadus Agus Eka Putra mengetahui masalah ini setelah dihubungi oleh anggota Dittipidsiber Bareskrim Polri pada Jumat 25 Agustus 2023, untuk menitipkan surat.

"Untuk penggerebekan sendiri saya tidak tahu. Saat pulang melayat dari rumah teman, saya ditelepon orang Bareskrim minta ketemu, lalu mereka datang ke rumah saya," tutur Kadus Agus Eka Putra, Kamis 31 Agustus 2023.

Polisi disebut menitipkan surat pemanggilan kepada pria berinisial FJP selaku pemilik Hawai Bali Villa sebagai saksi terkait kasus judi online, Senin 28 Agustus 2023.

Kadus Agus Eka pun mendatangi Hawai Bali Villa untuk membawakan surat itu.

Ternyata FJP sudah tidak berada di sana dan informasinya sudah satu minggu lalu menghilang.

 "Saya cek di sana sudah dikunci dan digembok. Saya mau titipkan di warung, tidak ada yang mau mengambil, sehingga sementara saya bawa suratnya," tambahnya.

 Baca Juga: 19 Siswi SMP Digunduli karena Tak Pakai Ciput, Gus Falah Sebut Perbuatan Guru Itu Sangat Tercela

Sosok FJP ini disebut aktif memberikan sumbangsih kepada desa dinas dan desa adat setempat. Setiap Hari Raya Nyepi, dia memberi sumbangan kopi dan rokok kepada pecalang.

Hanya saja selama seminggu ini pria itu sudah tak terlihat.

Menariknya, diceritakan oleh Agus Eka, selama sebulan terakhir ini, di kawasan tempat penggerebekan itu memang terpantau ramai.

Hal yang sama juga terlihat di sebuah penginapan bernama Marina Sweet. Penginapan itu juga merupakan lokasi penggerebekan yang berada di kawasan tersebut.

Hanya saja, aktivitas yang ramai ini tidak seperti orang yang menginap di kawasan itu.

"Saya sempat nongkrong di warung Madura depan TKP, kenapa kok di lokasi itu saya lihat tumben ramai terus, tapi tidak ada aktivitas semacam orang liburan. Ramai di sana saja, tapi hanya malam hari, biasanya di TKP setiap bulan ada bus masuk membawa orang-orang berlibur," ucapnya. 

Baca Juga: Klub Kaya, Punya Fasilitas Elit, Pernah Juara, Tapi Pemain Bali United Jarang Tembus Timnas  

Agus Eka juga melihat banyak cewek-cewek cantik. Dirinya yang memang biasa pulang malam, melihat orang-orang tersebut selalu membeli nasi di pertigaan dekat TKP. Uniknya, orang-orang itu juga sering ngutang untuk bayar makanan. 

Kadus muda ini kala itu tidak terlalu memperhatikan terkait masalah yang ada atau menaruh curiga ke arah adanya judi online ini.

Dikonfirmasi terpisah mengenai penggerebekan judi online oleh Bareskrim Polri, Kabidhumas Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, Mabes Polri juga mengirim permintaan bantuan untuk penggerebekan ke Polda Bali melalui Ditreskrimsus.

Kemungkinan penggerebekan ini merupakan pengembangan dari kasus yang sudah diungkap di Mabes Polri sebelumnya.

Pihaknya menampik Polda Bali kecolongan untuk mengungkap masalah ini.

"Ngga lah (kecolongan), Ditreskrimsus Polda Bali juga intens melakukan koordinasi dengan Bareskrim. Judi online ini selain lintas daerah juga lintas negara. Butuh pastinya koordinasi yang baik, serta kehati-hatian terkait penindakan dan pembuktian dalam proses hukum selanjutnya," tandasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#polda bali #judi online #hotel #Mabes Polri #Ringkus