BADUNG, BALI EXPRESS - Beredar video Polres Badung membubarkan tajen atau tabuh rah di salah satu Pura di Petang, Badung, pada Selasa 19 September 2023. Alhasil para bebotoh tajen segera meninggalkan lokasi menuju di kebun-kebun warga.
Dalam video berdurasi 1 menit 47 detik, tampak bebotoh yang memakai pakaian adat sedang berkumpul. Sementara di tempat yang tak terlalu jauh, ayam-ayam yang diduga digunakan untuk aduan diangkut oleh petugas.
Perekam video itu mengaku datang dari Denpasar dan membawa ayam. Namun ayamnya turut diangkut polisi.
"Bebotoh berhamburan lari tunggang langgang ke kebun-kebun. Badung gawat, tidak bisa ditoleransi harus diangkut. Sisa bebotoh masih duduk disini akan diambil menggunakan truk. Ngiring semeton sehobi tiarap ajak mekejang (mari teman sehobi tiarap semua)," tutur perekam video.
Informasi yang Bali Express Jawa Pos Grup himpun, ada upacara piodalan di pura tersebut dan ada tradisi menggelar tabuh rah sebagai Upacara Bhuta Yadnya. Namun, tabuh rah melebihi ketentuan seet (ronde), karena banyaknya orang yang datang. Sehingga dikhawatirkan menjadi permainan atau judi sabung ayam. Maka dari itu dibubarkan polisi.
Kasi Humas Polres Badung AKP I Ketut Sukadi membenarkan pembubaran tabuh rah ini di wilayah Petang ini, karena melebihi dari tiga seet. "Jadi tidak sesuai dengan surat permakluman tabuh rah yang di mohonkan ke Polsek Petang," ujarnya.
Senada dengan Kasi Humas, Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono membenarkan pihaknya melakukan melakukan pembubaran tabuh rah yang melebihi ketentuan. "Kami bubarkan (tabuh rah) karena awalnya untuk upacara adat, tapi sudah melebihi dari ketentuannya (upacara adatnya), agar tidak disalahgunakan," ucapnya.
Kepolisian hanya membubarkan dan tidak ada mengamankan orang yang melaksanakan tabuh rah tersebut. Polres Badung pun telah meminta keterangan penyelenggara tabuh rah tersebut berinisial IKAP dan penanggungjawab BS.
Penyelenggara itu menjelaskan kepada polisi yang memeriksa, bahwa tabuh rah tersebut diselenggarakan pada Selasa 19 September 2023, sekira jam 15.00, di sebuah Pura kawasan Petang. Penanggung jawab acara itu adalah pria berinisial BS dan diketahui Bendesa Adat Petang.
Tabuh rah ini digelar karena adanya piodalan Ngusaba Dalem di Pura tersebut. "Menurut penyelenggara, tabuh rah tersebut tidak ada unsur judinya dan dia tidak pernah mengundang atau menyuruh hadir dari pihak luar daerah Petang, kalaupun orang luar daerah Petang tahu kemungkinan berita tersebut disampaikan dari mulut ke mulut," beber Iptu Sudana.
Hanya saja, IKAP kurang mengetahui berapa seet tabuh rah itu. Karena pada saat sampai di lokasi, sudah bubar. Sepengetahuannya juga, yang datang dalam acara itu adalah orang petang karena memakai pakaian adat. Tapi tidak bisa memastikan apakah ada orang luar atau tidak.
Dirinya juga membuat story WA berisi tulisan terkait kegiatan tabuh rah semata-mata sebagai pemberitahuan tentang kegiatan yang dilaksanakan. Tidak ada orang lain atau teman saya yang menanggapi atau menanyakan tentang kegiatan tersebut.
Sementara itu, BS menerangkan hal serupa kepada polisi. Tabuh rah yang diselenggarakan 19 September 2023, sebelumnya sudah dibuat surat permakluman. Dia menjelaskan bahwa kegiatan tabuh rah tersebut diselenggarakan hanya tiga seet saja dan setelah itu bubar.
Dirinya mengetahui terkait story WA yang dibuat oleh IKAP mengenai kegiatan tabuh rah ini. Dia tidak mengerti maksud rekannya itu membuat story tersebut dan sempat menegurnya.
Kedua orang yang dimintai keterangan untuk klarifikasi ini kompak mengatakan telah menyampaikan keterangan yang yang sebenar-benarnya. Tidak ada dibujuk, dirayu maupun dipaksa dalam memberikan keterangan oleh pihak lain. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana