Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Meninggalnya Seniman Karawitan Bali, I Made Subandi, Usai Bermain Tenis Meja di Gianyar

I Wayan Ananda Mustika Putra • Rabu, 18 Oktober 2023 | 02:43 WIB
Seniman karawitan Bali, I Made Subandi yang meninggal mendadak
Seniman karawitan Bali, I Made Subandi yang meninggal mendadak

GIANYAR, BALI EXPRESS - Gianyar merasakan kehilangan mendalam dengan meninggalnya maestro karawitan Bali, I Made Subandi.

Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak karena almarhum meninggal secara tiba-tiba setelah bermain tenis meja bersama teman-temannya, hingga akhirnya roboh dan tak sadarkan diri.

Saudara kandung almarhum, I Wayan Matra, saat ditemui di rumah duka Selasa (17/10) di Banjar Buda Ireng, Batuyang, Batubulan Kangin, Gianyar, Bali, mengungkapkan bahwa Made Dubandi meninggal ketika dalam perjalanan menuju RS Primagana, pada usia 57 tahun.
Baca Juga: Curi Lampu Depan Truk di Sejumlah Lokasi, Pedagang Gorengan Diamankan

Sebelum tragedi itu terjadi, Made Subandi terlihat sehat dan bugar saat bermain tenis meja dengan teman-temannya sekitar pukul 19.00 Wita.

Saat bermain, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Mendiang bermain seperti biasa.

"Mendiang sempat berolahraga bermain tenis meja bersama teman-temannya, dan saat itu kelihatannya dalam kondisi baik," ujarnya.

Setelah bermain tenis meja, almarhum Subandi masih sempat berjalan-jalan ke sekitar tempat bermain. Namun tiba-tiba tubuhnya roboh dan jatuh ke lantai.

"Tiba-tiba adik saya roboh ke lantai, kemudian dilarikan ke RS Primagana," tambahnya.

Keluarga sangat terpukul mendengar berita tersebut, terutama sang istri, I Guti Ayu Abarwati, yang pada Selasa (17/10) masih menangis tak hentinya mendengar kepergian suaminya.

"Almarhum meninggalkan tiga anak, di antaranya anak pertama yang sudah bekerja menjadi guru honorer di SMK N 3 Sukawati, dan dua anak lainnya masih bersekolah," katanya.

Selain sebagai seorang seniman karawitan yang ulung, I Made Subandi juga dikenal sebagai inovator yang sering menciptakan tabuh baru.

Dia tak hanya menciptakan, tetapi juga rajin berbagi pengetahuan dengan generasi muda seni karawitan.

"Ciptaan tabuhnya bahkan digunakan dalam berbagai lomba dan sering kali meraih juara pertama," ungkapnya.

Jenazah almarhum saat ini masih dijaga di RSUD Sanjiwani Gianyar. Rencananya, jenazah akan dipulangkan pada hari Sabtu (21/10), dan upacara pemakaman akan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober di Banjar Buda Ireng, Batuyang, Batubulan Kangin.

"Jenazah masih berada di RSUD Sanjiwani Gianyar. Rencananya, jenazah akan dipulangkan pada hari Sabtu (21/10) dan upacara pemakaman akan dilaksanakan pada (23/10)," demikian disampaikan.

Photo
Photo
Editor : I Putu Suyatra
#bali #karawitan #gianyar #seniman #i made subandi