Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Komunikasi Lintas Budaya Jepang-Pedawa Buleleng Lewat Seni Melipat Kertas

Dian Suryantini • Kamis, 9 November 2023 | 23:17 WIB

 

Kegiatan seni melipat kertas (origami) oleh relawan budaya asal Jepang di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali.
Kegiatan seni melipat kertas (origami) oleh relawan budaya asal Jepang di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Seni melipat kertas atau origami di Jepang sangat populer. Seni melipat kertas ini dipercaya dapat melatih motorik seseorang.

Seni melipat kertas yang menjadi salah satu identitas budaya Jepang diperkenalkan di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali.

Anak-anak di Pondok Literasi Sabih pun dengan semangat mengikuti kelas seni melipat kertas ini.

Pengenalan budaya melipat kertas dari Jepang itu dilakukan oleh Ozawa Yasuko. Ozawa merupakan salah satu relawan Jepang yang expert dalam kebudayaan di Jepang.

Selama 2 jam anak-anak di Pondok Literasi Sabih belajar membuat bentuk topi, burung bangau atau Tsuru dan bentuk bola.

Ozawa Yasuko juga sering mengenalkan budaya Jepang di Bali. Ada 14 orang anggota Pondok Literasi Sabih dilibatkan dalam kegiatan itu.

Beberapa volunteer dari Jepang juga kerap hadir untuk memberikan kegiatan yang merangsang kreativitas anak-anak.

“Relawan-relawan Jepang sering datang kesini. Terjadi komunikasi lintas budaya disini karena ada percampuran budaya Bali (Pedawa) dan Jepang. Secara tidak langsung mereka juga belajar bahasa dari negara yang berbeda,” terang Ketua Komunitas Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, I Wayan Sadnyana, Kamis 9 November 2023.

Kegiatan ini diharapkan bermuara pada berbagai bidang. Salah satunya pengembangan kreativitas.

Seperti halnya origami yang dapat merangsang kerja motorik seseorang. Seni origami juga mampu menumbuhkan dan mengembangkan potensi kreativitas pada anak.

“Karena beberapa penelitian juga ini sudah teruji peranannya dalam pengembangan kreativitas,” kata Sadnyana yang juga dosen Bahasa Jepang di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja.

Secara tidak langsung kegiatan yang dirancang pada Pondok Literasi Sabih untuk mengembangkan pemahaman berkomunikasi dengan teori komunikasi lintas budaya.

Mereka dapat belajar berinteraksi tanpa meninggalkan budayanya sendiri.

“Akan terjadi pertukaran informasi di setiap interaksi. Disana pasti akan ada pengetahuan-pengetahuan baru pada setiap komunikasinya. Jadi mereka bisa belajar bagaimana etika berkomunikasi dengan orang lain (negara lain) tanpa harus keluar dari pakem budaya Pedawa,” tegasnya Sadnyana. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #seni melipat kertas #PEDAWA #origami #jepang #buleleng