GIANYAR, BALI EXPRESS - Guru dan siswa SMPN 3 Sukawati melaksanakan persembahyangan bersama menyaksikan pecaruan pada rahina Tilem Sasih Kalima, Minggu (12/11) pagi. Pecaruan ayam brumbun digelar di panggung halaman sekolah, tepat di lokasi jatuhnya siswi NMEKM, 14, pada Selasa (7/11).
Kasek SMPN 3 Sukawati I Made Cikra mengatakan seluruh warga sekolah hadir menyaksikan pecaruan. Meskipun hari Minggu, para siswa sangat antusias datang melakukan persembahyangan. Selain mecaru, warga sekolah juga natab tebasan pengenteg Bayu.
Prosesi dipuput oleh Jro Mangku Desa setempat. Harapannya, agar siswa maupun guru tidak terbayang lagi kejadian tersebut. “Kami harap tidak ada lagi kejadian seperti ini di kemudian hari,” jelasnya.
Selanjutnya pihak sekolah berencana menggelar upacara guru piduka, namun akan digelar bertepatan saat hari suci Saraswati. Sementara keluarga korban, kata Made Cikra telah menggelar upacara ngulapin sehari pasca kejadian.
Untuk mengetahui kondisi korban, pihak sekolah sempat menjenguk ke RSUP Prof Ngoerah Sanglah Denpasar. Kondisi siswi semakin pulih, namun harus tetap menjalani perawatan medis. “Jumat lalu kami tengok, kondisinya sudah membaik dan ada operasi pada hari Sabtu kemarin,” jelasnya.
Terkait motif korban sampai jatuh dari lantai III dengan ketinggian sekitar 6 meter, Cikra enggan memberikan spekulasi Yang jelas pihak di sekolah, telah berusaha mengajak siswa aktif dan kreatif melalui program pembiasaan tiada hari tanpa bergerak.
“Jadi, setiap hari setelah bel berbunyi seluruh siswa bersama-sama di halaman sekolah melakukan pembiasaan. Senin Berkarakter diwujudkan lewat upacara bendera, setiap Selasa anak-anak makan sehat bersama, Rabu-Kamis dijadikan hari literasi. Rabu, literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Anak-anak kami beri ruang berekspresi di panggung sekolah. Bisa baca puisi, bisa story telling. Kamis literasi Bahasa Bali,” jelas Cikra.
Selanjutnya pada Jumat dan Sabtu bergerak bersama, dilakukan dengan senam. Cikra berharap, aktivitas sekolah yang cukup beragam ini membuat siswa senang.(*)
Editor : I Dewa Gede Rastana