TABANAN, BALI EXPRESS- Proses penataan taman di RSUD Tabanan sudah hampir rampung. Setelah melakukan pengerjaan sejak bulan September lalu, proses akhir penataan taman yang berada di depan ruangan Poliklinik ini memasuki tahap pemasangan patung.
Untuk pemasangan patung ini, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, melihat langsung proses pemasangan beberapa patung di areal taman depan RSUD Tabanan meski dalam kondisi hujan.
Ada beberapa patung yang dipasang di sekitaran area Rumah Sakit, yakni Patung Dewi Pembawa Air Mancur, delapan patung yang lebih kecil ditempatkan di dinding Rumah Sakit. Selanjutnya, Patung Dewa Aswin yang dipasang di samping nama RSUD Tabanan, dua Patung Gajah di lokasi pintu masuk.
"Mudah-mudahan dengan simbol Dewa ini dipasang, masyarakat Tabanan bisa tersembuhkan, sehat semua. Semua patung memiliki simbol tersendiri, seperti Patung Gajah, bagi bagi saya juuga memiliki makna penting, seperti halnya simbol Dewa Ganesha yang bijaksana. Semoga Direktur, Dokter, Pimpinan di Rumah Sakit bisa selalu bijaksana dalam menjalankan tugas," jelasnya Rabu (29/11).
Dilanjutkan Sanjaya, seluruh patung yang dipasang di RSUD Tabanan ini, merupakan hasil karya pematung asal Tabanan, I Nyoman Sudarwa, yakni pematung yabg juga membuat patung Wisnu Murti di Perempatan Kediri dan Patung Sagung Wah di Lapangan alit Saputra.
"Dengan digunakannya pematung asal Tabanan ini, diharapkan bisa memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Tabanan. Karena seluruh ornamen-nya adalah hasil karya Seniman Tabanan," lanjutnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, RSUD Tabanan di tahun 2023 melakukan penataan di bagian depannya, supaya sesuai dengan standar pembangunan Rumah Sakit Nasional.
Setelah penataan ini, di tahun 2024 mendatang, RSUD Tabanan akan kembali melakukan perombakan besar-besaran dengan anggaran dana mencapai Rp 40 miliar yang diperuntukan untuk pembangunan Poliklinik dan UGD dengan sumber dari DAU (Dana Alokasi Umum).
Dalam proses perombakan dua tempat vital direncanakan juga membangun basement untuk lahan parkir. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana